
BANDUNG|volixbandung.com – Euforia Piala Dunia 2026 tak membuat Pemerintah Kota Bandung kendur dalam menegakkan disiplin. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN): tidak ada toleransi bagi yang terlambat masuk kerja dengan alasan begadang menonton sepak bola.
Penegasan ini disampaikan Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026), di tengah tingginya antusiasme warga menyaksikan pertandingan empat tahunan tersebut.
“Tidak ada toleransi. Kerja ya kerja,” ujar Farhan dengan tegas.
Ia menekankan, profesionalitas sebagai pelayan publik tidak boleh luntur hanya karena jadwal pertandingan yang kerap berlangsung hingga dini hari. Farhan menilai, menonton sepak bola adalah hal wajar selama tidak mengganggu tanggung jawab utama.
Tak hanya soal absensi, Farhan juga mewanti-wanti anak buahnya agar tidak menyalahgunakan jam kantor untuk mengakses siaran pertandingan, baik lewat layar perangkat digital maupun cara lainnya.
“Boleh nonton, tapi jangan sampai mengganggu jam kerja. Tugas utama tetap harus diutamakan,” pesannya.
Di sisi lain, Farhan mengaku turut menikmati gelaran Piala Dunia. Ia menyempatkan diri menyaksikan laga Meksiko dan memuji kualitas permainan tim tersebut. “Gol keduanya luar biasa. Saya kira mereka berpeluang melaju jauh,” katanya antusias.
Meski begitu, Farhan menegaskan kegemaran itu harus ditempatkan secara proporsional, khususnya bagi ASN. Sebagai kompromi, ia membuka kemungkinan menggelar acara nonton bareng (nobar) pada akhir pekan. Rencananya, pemkot akan berkoordinasi dengan TVRI untuk menghadirkan tayangan yang bisa dinikmati bersama warga.
“Kalau untuk akhir pekan, mungkin kita coba ngobrol dengan TVRI, mudah-mudahan bisa bikin acara nobar,” ucapnya.
Farhan berharap masyarakat Kota Bandung tetap bisa menikmati hiburan Piala Dunia tanpa harus mengorbankan produktivitas dan disiplin. “Silakan menikmati, tapi tetap harus bertanggung jawab. Jangan sampai karena nonton, kerja jadi terganggu,” pungkasnya.

























Tidak ada Respon