
AS|volixbandung.com – Maroko menciptakan sejarah baru di Piala Dunia 2026 dengan menjadi tim pertama yang memastikan tempat di babak perempat final. Kepastian itu didapat setelah Singa Atlas menaklukkan Kanada dengan skor telak 3-0 dalam laga 16 besar yang berlangsung di Houston, Minggu (5/7).
Kemenangan ini tidak hanya membuka jalan ke delapan besar, tetapi juga menempatkan Maroko sebagai negara Afrika pertama yang berhasil menembus perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, mereka juga mencapai fase yang sama di Qatar 2022.
Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama. Kanada, yang tampil sebagai salah satu tuan rumah, sejatinya mampu menciptakan beberapa peluang emas. Namun, ketangguhan Yassine Bounou di bawah mistar membuat gawang Maroko tetap perawan. Wasit pun harus bekerja keras dengan mengeluarkan enam kartu kuning—dua untuk Kanada dan empat untuk Maroko—yang menggambarkan betapa sengitnya duel ini.
Memasuki babak kedua, Maroko langsung tancap gas. Azzedine Ounahi menjadi bintang lapangan setelah membuka keunggulan di menit ke-50 lewat skema serangan cepat. Bukannya mengendur, Maroko justru makin percaya diri. Ounahi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-82, sebelum Soufiane Rahimi menutup pesta gol di masa injury time (90+8′).
Statistik Mencengangkan: Efisiensi Mematikan Maroko
Meski menang telak, statistik pertandingan justru menunjukkan dominasi Kanada dalam beberapa aspek permainan. Inilah yang membuat kemenangan Maroko terasa begitu istimewa:
· Maroko hanya melepaskan total 4 tembakan sepanjang laga, berbanding 8 milik Kanada.
· Dari segi peluang, keduanya sama-sama mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran.
· Kanada bahkan unggul jauh dalam penguasaan bola, yakni 58% berbanding 42%.
· Namun, Maroko menunjukkan klinisnya dengan mengonversi 2 peluang emas menjadi gol, sementara Kanada hanya mampu menciptakan 1 peluang emas tanpa gol.
· Keunggulan akurasi umpan Maroko mencapai 84%, dibandingkan 76% milik Kanada.
Data ini menegaskan bahwa permainan efektif Maroko bukan lagi sekadar keberuntungan, melainkan strategi matang yang terus membuahkan hasil.
Perjalanan Panjang yang Kokoh
Langkah Maroko ke perempat final 2026 bukanlah sebuah kejutan. Mereka keluar dari Grup C sebagai runner-up di bawah Brasil dengan rekor tak terkalahkan. Sempat menahan imbang Brasil 1-1, mereka kemudian mengalahkan Skotlandia 1-0 dan Haiti 4-2.
Di babak 32 besar, ujian berat datang dari Belanda. Maroko tertinggal lebih dulu, namun gol penyama kedudukan Issa Diop di menit ke-91 memaksa adu penalti. Di sinilah mental juara mereka teruji: menang 3-2 dalam duel tos-tosan.
Kemenangan atas Kanada menjadi penegasan: Maroko bukan lagi sekadar kuda hitam. Dengan disiplin, pengalaman, dan efisiensi mematikan di kotak penalti, mereka menjelma menjadi salah satu kekuatan yang paling ditakuti di turnamen ini. Selanjutnya, ujian berat menanti: Prancis di perempat final.
Bagi Kanada, kekalahan ini mengakhiri langkah bersejarah mereka, sekaligus mencatatkan diri sebagai tuan rumah bersama pertama yang tersingkir. Namun, malam itu di Houston adalah milik Maroko, tim pertama yang menjejakkan kaki di babak delapan besar Piala Dunia 2026.

























Tidak ada Respon