
BANDUNG | Volixbandung.com – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 27, Bandung Wetan, pada Rzabu (28/10/2026) siang.
Aksi ini diinisiasi oleh Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) dan diikuti oleh gabungan mahasiswa dari Hima Persis, UIN, serta Universitas Islam Bandung (Unisba).
Massa aksi menyikapi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan menyampaikan aspirasi, kritik, dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa alat peraga berupa pengeras suara, bendera aliansi, dan sejumlah spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla” dan “Rapor Merah Rezim Pragib Cukup 2 Tahun”.
Adapun tiga tuntutan utama yang disuarakan:
1. Menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi politik.
2. Mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjamin akses pendidikan yang terjangkau.
3. Mendesak pemerintah memperkuat pemberantasan korupsi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan DPRD harus menjadi wadah penyalur aspirasi rakyat. Mereka menilai kekuasaan harus selalu diawasi dan setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
“Kritik mahasiswa bukan ancaman, kritik adalah bagian dari demokrasi. Aspirasi adalah hak warga negara,” ujar salah satu orator di depan gerbang DPRD Jabar.
Massa aksi kemudian diterima oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri dari depan DPRD Jabar dan melanjutkan aksi ke titik lain di kawasan Cikapayang.

























Tidak ada Respon