
CIMAHI | Volixbandung.com – Integrasi fasilitas sarana pengelolaan sampah diharapkan memicu kesadaran masyarakat Kota Cimahi untuk memilah sampah sejak dari rumah. Selain lingkungan lebih bersih, volume sampah bisa semakin berkurang sehingga tidak lagi bergantung pada TPA.
Hal itu terungkap saat penyerahan bantuan tempat sampah terpilah untuk RW di Gedung Cimahi Techno Park Jalan Baros Kota Cimahi, Selasa 27 Oktober 2026. Bantuan tersebut merupakan salah satu implementasi program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities Project (ISWMP) dari Bank Dunia, Kementerian PUPR, Kemendagri, dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, Kota Cimahi merupakan satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya menerima program ISWMP. Karena konsistensi dan capaian kinerjanya yang dinilai sangat baik, Cimahi bahkan mendapatkan perpanjangan program hingga 2027.
“Alhamdulillah Kota Cimahi leading terus, program sustain berjalan dengan baik sehingga dapat ekstensi program sampai 2027. Semoga ini menjadi keberkahan bagi warga dan Pemkot Cimahi bahwa kita mendapat perhatian khusus serta bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Bantuan yang diterima sebanyak 154 set tempat sampah terpilah organik-anorganik yang disalurkan untuk RW di 5 kelurahan. Selain itu, ada tambahan armada operasional kebersihan yang terintegrasi, yaitu 34 unit Motor Sampah (Mosam) roda tiga, 6-7 unit mobil pick up, dan 5 unit mobil converter sampah.
Untuk memastikan pemilahan sampah dari tempat tinggal warga dapat terangkut secara optimal tanpa tercampur kembali, bantuan sarana pendukung akan disalurkan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dengan pembagian 154 set tempat sampah terpilah dan penguatan armada ini, Pemkot Cimahi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah sebagai gaya hidup baru menuju Cimahi yang lebih bersih, sehat, dan mandiri.
“Tambahan fasilitas ini diharapkan dapat mendorong kesadaran warga agar menjadikan pilah sampah organik dan anorganik dari dapur menjadi kebiasaan baik. Sehingga Kota Cimahi tidak perlu lagi angkut sampah ke TPA,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II (SUPD II) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Suprayitno. Ia mengapresiasi langkah mandiri dan progresif Pemkot Cimahi dalam pengelolaan sampah.
“Kota Cimahi menonjol dalam artian capaian kinerja dari proyek ISWMP ini, sehingga Bank Dunia pun memberi apresiasi. Belum banyak kota yang memisahkan antara operator dan regulator dalam pengelolaan sampah, Kota Cimahi sudah melakukan itu. Sehingga program pengelolaan sampah bisa terus berlanjut,” katanya.
Mengingat rekam jejak pengelolaan sampah di wilayah Cimahi, pemilahan sampah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan demi mencegah potensi bencana lingkungan di masa depan. Atas keberhasilan ini, pemerintah pusat merencanakan Kota Cimahi sebagai tuan rumah Acara Pembelajaran Pengelolaan Sampah Nasional di tahun mendatang.




















Tidak ada Respon