Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
9

Arah Labuh, Langkah Pertama Menuju Babak Baru MALIQ & D’Essentials

9 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

VOLIX BANDUNG | Menjelang usia 25 tahun, MALIQ & D’Essentials merayakan semangat untuk terus bergerak, bereksplorasi, dan menyambut berbagai kemungkinan baru melalui single terbaru berjudul Arah Labuh. Lagu ini sekaligus menjadi pembuka menuju exhibition dan album terbaru yang akan dirilis pada November mendatang.

Ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel band, Arah Labuh bercerita tentang keberanian melangkah tanpa harus mengetahui seluruh jawabannya sejak awal. Lagu ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap langkah membawa pengalaman dan cerita yang layak dijalani. Semangat tersebut terasa sejak bait pembukanya:

IMG_20260901_185242

Lihat bintang yang terjauh, mari ke sana menyentuh

Melalui metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, Arah Labuh berbicara tentang dorongan untuk melihat lebih jauh, mencoba hal-hal baru, dan tetap melangkah meski arah di depan belum sepenuhnya jelas. Lagu ini juga mengakui bahwa keraguan dan salah langkah merupakan bagian dari proses, seperti yang tertuang dalam lirik:

Adakala hilang arah, kita kan buat salah.

Sedikit bersedih lalu balik tertawa.

Berlama sendu jangan, yang seru akan datang.

Alih-alih larut dalam kegelisahan, MALIQ & D’Essentials menghadirkan sudut pandang yang hangat dan membumi. Hidup tidak harus selalu berjalan sempurna untuk tetap layak dinikmati. Kadang yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengambil langkah berikutnya.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kisah MALIQ & D’Essentials sendiri. Hampir seperempat abad sejak pertama kali melangkah, band ini terus berkembang bersama berbagai generasi pendengar, menjelajahi beragam warna musikal, dan mempertahankan karakter yang membuat karya-karya mereka tetap relevan.

Arah Labuh kemudian menjadi pintu masuk menuju exhibition dan album terbaru MALIQ & D’Essentials. Rangkaian ini memperluas cerita tentang proses, pertemuan, dan eksplorasi kreatif yang membentuk fase berikutnya dalam perjalanan band.

Album yang dijadwalkan rilis pada 11 November tersebut menghadirkan kolaborasi bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama. Pertemuan lintas generasi dan karakter musikal ini membuka ruang dialog yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bagaimana MALIQ & D’Essentials terus mencari cara baru untuk berkembang tanpa kehilangan identitasnya.

Secara musikal, Arah Labuh tetap membawa karakter hangat dan organik yang telah lama menjadi ciri khas MALIQ & D’Essentials. Harmoni vokal yang kaya, permainan instrumen yang dinamis, serta aransemen yang mengalir menghadirkan suasana yang lapang dan penuh energi.

Di titik perjalanan mereka saat ini, Arah Labuh terasa seperti sebuah penanda. Bukan tentang melihat ke belakang, melainkan membuka ruang bagi cerita-cerita berikutnya yang akan berkembang menuju 2027. Karena pada akhirnya, berlabuh bukan selalu berarti sampai di tujuan. Terkadang, berlabuh adalah tentang menemukan keberanian untuk kembali berangkat.

Single Arah Labuh kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.

photostudio_1780131202190
Example 120x600
IMG-20260601-WA0031