
New Jersey|volixbandung.com – Spanyol akhirnya mengakhiri puasa gelar selama 16 tahun dengan merebut trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Dalam laga puncak yang dramatis di Stadion MetLife, La Roja menundukkan juara bertahan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mendikte permainan. Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 66%, menyajikan permainan umpan pendek khas yang membuat Argentina benar-benar mati kutu.
Sepanjang 90 menit waktu normal, tim asuhan Lionel Scaloni gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang Unai Simon—sebuah rekor buruk yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah final Piala Dunia.
Beban Argentina semakin berat saat gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada menit 90+3. Pelanggaran keras terhadap bek muda Pau Cubarsi memaksa wasit mengusirnya, membuat tim Tango harus melanjutkan laga dengan 10 orang.
Petaka Argentina akhirnya tiba di menit ke-106. Serangan cepat Spanyol yang dibangun dari sisi kanan diakhiri umpan silang Pedro Porro yang disambut Nico Williams. Dengan cerdik, Williams mengirimkan bola kepada Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti.
Tanpa ragu, Torres melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper, membawa Spanyol unggul 1-0 yang bertahan hingga laga usai.
Kemenangan ini mengukuhkan dominasi Spanyol di pentas global sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 38 pertandingan beruntun.
Gelandang Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas, sementara Pau Cubarsi (19 tahun) menyabet gelar Pemain Muda Terbaik. Kiper Unai Simon melengkapi pesta Spanyol dengan meraih Sarung Tangan Emas.
Di kubu Argentina, kekalahan ini menambah catatan pahit sebagai runner-up keempat sepanjang sejarah partisipasi mereka di final Piala Dunia. Menariknya, laga ini juga menghadirkan fakta unik tentang “estafet” nomor punggung 19—nomor debut Lamine Yamal dan Lionel Messi di Piala Dunia, dengan final yang digelar tepat pada tanggal 19 Juli.
Pertandingan ini sendiri sempat memiliki jeda halftime yang diperpanjang hingga 27 menit untuk penampilan spektakuler Shakira, Madonna, dan Justin Bieber—menjadikannya salah satu final paling unik dalam sejarah turnamen sepak bola terakbar di dunia.

























Tidak ada Respon