Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
21

Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan

21 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, keberadaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tidak lagi cukup dimaknai sebagai kegiatan ronda malam semata.

Di tengah dinamika Kota Bandung sebagai kota pendidikan dan tujuan pendatang dari berbagai daerah, Siskamling harus bertransformasi menjadi sistem deteksi dini terhadap potensi kejahatan, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, hingga bencana lingkungan.

IMG_20260901_185242

Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana #95 di Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Farhan, Kota Bandung memiliki karakteristik sebagai kota tujuan pendidikan yang setiap tahun menerima ribuan pendatang.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena mobilitas masyarakat yang tinggi juga berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Bandung ini bagaimanapun juga merupakan kota tujuan untuk kuliah dan sekolah. Pendatang dari luar kota sangat banyak. Dari berbagai pengalaman yang kita hadapi, mulai dari peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, paham radikalisme, tindak kekerasan hingga berbagai penyimpangan sosial selalu ada di lingkungan permukiman maupun rumah kontrakan,” ujar Farhan.

Ia menyinggung kasus penyekapan seorang perempuan yang sempat menggemparkan publik beberapa waktu lalu.

Meski lokasi kejadian berada di Kabupaten Bandung, korban diketahui merupakan mantan warga Kota Bandung sehingga Pemerintah Kota Bandung turut memberikan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.

Farhan mengaku peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak karena korban dapat disekap selama bertahun-tahun tanpa diketahui lingkungan sekitar.

“Hal yang membuat saya berpikir adalah bagaimana seseorang bisa disekap bertahun-tahun di kontrakan tetapi tidak diketahui oleh warga sekitar. Menurut saya, di situ kita semua ikut bertanggung jawab. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kepedulian sosial antarwarga. Kehadiran Siskamling, lanjut Farhan, harus mampu membangun budaya saling mengenal dan saling menjaga antarwarga sehingga potensi persoalan sosial dapat diketahui lebih cepat.

“Fungsi Siskamling itu bukan sekadar ronda sambil membawa kentongan. Paling utama adalah pencegahan. Semangat warga menjaga warga harus kembali dibangun,” ucapnya.

Farhan juga mencontohkan keberhasilan warga menggagalkan aksi pembegalan terhadap seorang pegawai restoran di kawasan Babakan Ciparay.

Kejadian tersebut membuktikan, kepedulian masyarakat memiliki peran besar dalam mencegah tindak kriminal.

“Pemerintah bisa memperkuat aparat keamanan, tetapi tidak akan efektif kalau semangat warga menjaga warga tidak tumbuh. Itu yang ingin kita bangun,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan rumah kos dan kontrakan di Kelurahan Neglasari yang berada tidak jauh dari kawasan pendidikan.

Ia meminta seluruh ketua RT, RW, serta aparat kewilayahan memperkuat pendataan penghuni rumah kos agar identitas setiap penghuni benar-benar diketahui.

“Kita harus tahu siapa yang tinggal di setiap kamar kos maupun kontrakan. Pendataan ini sangat penting untuk mencegah berbagai persoalan sejak dini,” katanya.

Selain aspek keamanan, Farhan juga menerima paparan mengenai berbagai persoalan kewilayahan di Kelurahan Neglasari, mulai dari titik rawan longsor, pohon tumbang, kerusakan drainase akibat akar pohon, hingga lokasi rawan pencurian kendaraan bermotor, begal, dan dugaan peredaran narkoba.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Farhan langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan survei lapangan terhadap sejumlah titik yang membutuhkan penanganan segera, khususnya kerusakan drainase dan potensi bencana di kawasan Sungai Cidurian.

Dalam forum tersebut, Kelurahan Neglasari juga memaparkan inovasi berupa sistem informasi pelaporan keamanan berbasis kewilayahan yang memungkinkan warga melaporkan kejadian secara cepat melalui aplikasi maupun layanan digital.

Farhan menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, sistem pelaporan berbasis digital harus mampu melengkapi layanan darurat Pemerintah Kota Bandung seperti 112, 113, dan 119 sehingga penanganan berbagai persoalan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Kota Bandung harus unggul dalam pelayanan publik, terutama kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan. Saya ingin memastikan pelayanan di tingkat kelurahan semakin mudah diakses masyarakat melalui sistem digital,” ujarnya.

Selain membahas keamanan, Kelurahan Neglasari juga memaparkan perkembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Saat ini, wilayah tersebut menghasilkan sekitar 400 hingga 550 kilogram sampah organik setiap hari yang diolah melalui berbagai sarana, di antaranya rumah maggot, kompos pit, bata terawang, serta tower garden.

Kelurahan Neglasari telah memiliki lebih dari 30 unit kompos pit yang tersebar di sejumlah RW, termasuk fasilitas pengolahan sampah yang dibangun secara swadaya bersama masyarakat.

Farhan mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai mampu mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Kegiatan Siskamling Siaga Bencana #95 juga dimanfaatkan sebagai forum dialog antara Pemerintah Kota Bandung dengan para ketua RW.

Berbagai persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari kerawanan banjir dan longsor, perbaikan jalan lingkungan, pencurian kendaraan bermotor, dugaan peredaran narkoba, kebutuhan posyandu, pengembangan UMKM, hingga evaluasi Program Prakarsa Kewilayahan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Farhan menegaskan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Bandung untuk menentukan prioritas pembangunan di tingkat kewilayahan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

“Kalau semangat warga menjaga warga terus tumbuh, saya optimistis Kota Bandung akan menjadi kota yang semakin aman, tangguh menghadapi bencana, sekaligus nyaman untuk ditinggali,” kata Farhan. (ziz)

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Buka Konferensi PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Ajak Insan Pers Rekonstruksi Jurnalisme

Wali Kota Bandung M Farhan mengaku lebih menghargai...

LBI Dukung Wali Kota Bandung Pidanakan Penebang Pohon di Jalan Riau: Jangan Cuma Gertak

LBI (Laskar Benteng Indonesia) Dukung Penuh Wali Kota...

Bandung Tertib Tanpa Gaduh: Wali Kota Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar Tetap Humanis

Wali Kota Bandung Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar...

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota Tegaskan Pembangunan Harus Berorientasi pada Manusia

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota...

Pemkot Bandung Terbitkan Surat Edaran, Faskes Dilarang Keras Tolak Pasien

Pemkot Bandung Terbitkan Surat Edaran, Wali Kota Bandung...

Revitalisasi Bandung Zoo Dikebut, Operasional Ditargetkan Kurang dari Setahun

Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan Revitalisasi Bandung...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2