Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
21

Harga Kedelai Melonjak, Wali Kota Bandung Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi

21 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – Kenaikan harga kedelai yang terus merangkak naik menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000.

Farhan mengakui, lonjakan harga tersebut sulit dikendalikan karena kedelai merupakan komoditas impor yang sangat bergantung pada mekanisme pasar global. Kondisi ini membuat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menekan harga di tingkat lokal.

IMG_20260901_185242

“Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar,” ujar Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Jumat 12 Juni 2026.

Meski demikian, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Farhan menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi tahu dan tempe, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penopang usaha mikro.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong para perajin tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi produksi. Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya bahan baku.

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga stabilitas distribusi dan akses penjualan di berbagai titik di Kota Bandung. Farhan memastikan, jalur distribusi dan pasar bagi produk tahu dan tempe harus tetap terbuka agar roda ekonomi terus bergerak.

Di sisi lain, pemerintah juga akan berupaya menjaga daya beli masyarakat. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga dan kemampuan konsumsi menjadi kunci agar produk berbahan kedelai tetap terjangkau.

“Kita jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli,” ujarnya.

Farhan menyebut, keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu, mengingat perannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja.

Ia pun berharap para pelaku usaha tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang fluktuatif. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir untuk memastikan ekosistem usaha tetap berjalan.

“Yang paling penting produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti,” ungkapnya. (rob)

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Buka Konferensi PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Ajak Insan Pers Rekonstruksi Jurnalisme

Wali Kota Bandung M Farhan mengaku lebih menghargai...

LBI Dukung Wali Kota Bandung Pidanakan Penebang Pohon di Jalan Riau: Jangan Cuma Gertak

LBI (Laskar Benteng Indonesia) Dukung Penuh Wali Kota...

Bandung Tertib Tanpa Gaduh: Wali Kota Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar Tetap Humanis

Wali Kota Bandung Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar...

Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan

Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Bandung M Fathan...

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota Tegaskan Pembangunan Harus Berorientasi pada Manusia

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota...

Pemkot Bandung Terbitkan Surat Edaran, Faskes Dilarang Keras Tolak Pasien

Pemkot Bandung Terbitkan Surat Edaran, Wali Kota Bandung...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2