Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
19

Program Padat Karya Bandung 2026: Solusi di Tengah Pengangguran, Warga Punya Harapan Baru

19 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – Semangat dan harapan membuncah di halaman Kantor Kecamatan Batununggal, Selasa pagi. Puluhan warga dari enam kelurahan—Maleer, Samoja, Cibangkong, Kebon Gedang, Gumuruh, dan Kacapiring—telah bersiap dengan perlengkapan kerja.

Bukan sekadar menjalani rutinitas, mereka adalah peserta Program Padat Karya Tematik 2026, secercah asa di tengah kerasnya ekonomi kota.

IMG_20260901_185242

Di balik senyum dan sapa pagi itu, tersimpan beragam kisah perjuangan. Program yang digagas Pemerintah Kota Bandung ini tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan sementara, melainkan jembatan harapan untuk tetap bertahan dan produktif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir langsung melepas para peserta. Ia menegaskan, dengan 8.600 peserta tahun ini, program ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam menjawab tantangan pengangguran terbuka yang masih di angka 7,2 persen.

“Ini bukan sekadar memberi pekerjaan, tapi menjadi jembatan. Sambil bekerja dan mendapat penghasilan, warga tetap bisa mencari peluang yang lebih permanen,” ujar Farhan.

Namun, gaung program ini terasa paling dalam justru dari suara hati para warganya. Dava (23), mahasiswa semester akhir asal Kacapiring, memilih membagi waktunya antara kuliah dan menyapu jalan. Baginya, ini adalah kontribusi nyata.

“Program ini sangat membantu. Lingkungan jadi lebih bersih, dan warga merasakan langsung manfaat ekonominya. Semoga terus ada,” katanya dengan senyum penuh keyakinan.

Di sudut yang lain, Sri (62), seorang ibu rumah tangga, mengaku lega. Di usianya yang tak lagi muda, program ini memberinya ruang untuk tetap berkarya. “Ini solusi bagus untuk kami yang belum dapat pekerjaan tetap. Mudah-mudahan nanti pesertanya bisa lebih banyak lagi,” harapnya.

Sementara itu, Yoga, seorang pengemudi ojek online dari Kelurahan Cibangkong, menilai program ini sebagai jaring pengaman di kala pendapatan tidak menentu.

“Kalau narik ojol, kadang sepi. Adanya padat karya ini jadi ada tambahan penghasilan yang pasti. Apalagi sekarang ada perlindungan BPJS dan asuransi kecelakaan kerja, hati jadi lebih tenang,” ungkapnya.

Program tahun ini difokuskan pada penanganan kebersihan dan penataan lingkungan. Di balik sapu dan peralatan kebersihan, terselip pesan kuat bahwa produktivitas tak melulu soal pekerjaan formal.

“Jangan pernah malu selama kita masih bisa bergerak. Artinya, kita masih punya harkat dan derajat. Yang penting, terus bekerja dan berkarya,” tegas Farhan dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Di tengah kompleksitas masalah ekonomi perkotaan, Program Padat Karya Tematik menjelma menjadi bukti bahwa harapan dapat disemai dari hal-hal sederhana.

Program ini bukan hanya membersihkan dan menata wajah kota, melainkan juga memulihkan martabat, memberi penghasilan, dan menumbuhkan optimisme untuk menatap masa depan.

Bagi para peserta, hari itu bukan sekadar awal bekerja, tetapi juga permulaan untuk kembali percaya bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang berusaha.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Buka Konferensi PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Ajak Insan Pers Rekonstruksi Jurnalisme

Wali Kota Bandung M Farhan mengaku lebih menghargai...

LBI Dukung Wali Kota Bandung Pidanakan Penebang Pohon di Jalan Riau: Jangan Cuma Gertak

LBI (Laskar Benteng Indonesia) Dukung Penuh Wali Kota...

BRIN Hibahkan Alat Pengolah Sampah untuk 6 Kecamatan di Bandung, Ini Daftarnya

Bantu menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Bandung. BRIN...

Bandung Tertib Tanpa Gaduh: Wali Kota Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar Tetap Humanis

Wali Kota Bandung Farhan Pastikan Penertiban Bangunan Liar...

Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan

Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Bandung M Fathan...

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota Tegaskan Pembangunan Harus Berorientasi pada Manusia

Bandung Luncurkan Grand Design Kependudukan 2025-2045, Wali Kota...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031