Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
115

44 Kepala Desa dari Sumbar Belajar ke Bank Sampah di Cibiru Asri: Sulap Sampah Jadi Berkah

115 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – Upaya menangani krisis sampah dari hulu terus digaungkan. Lewat program inovatif, Bank Sampah Digital Sahabat Asri (BSDSA) mampu menginspirasi Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Dharmasraya, Asril, AP, memboyong 44 Wali Nagari (Kepala Desa) untuk menimba ilmu langsung ke Bank Sampah Digital Sahabat Asri (BSDSA) di kawasan Cibiru Asri, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2026).

IMG_20260901_185242

Rombongan ini tidak sekadar berkunjung, melainkan membedah strategi sukses BSDSA yang telah membuktikan bahwa sampah bukan sekadar beban lingkungan, melainkan aset ekonomi.

Dipilihnya BSDSA bukan tanpa alasan; bank sampah binaan warga ini baru saja menyabet gelar bergengsi sebagai Juara 2 Desa Terbaik Tingkat Nasional berkat inovasi tata kelola lingkungannya.

Puluhan kepala desa dari Sumatera Barat belajar langsung pengolahan sampah ke Bank Sampah di Cibiru Asri, Kab. Bandung

Didampingi langsung oleh Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, serta Ketua RW 17 Agus Ariyanto dan jajaran pengelola, para Wali Nagari melihat dari dekat mekanisme digitalisasi pengumpulan sampah.

Sistem yang diterapkan tidak hanya mendorong warga memilah sampah dari rumah, tetapi juga mengonversi setiap gram sampah anorganik menjadi nilai rupiah yang tercatat secara transparan di aplikasi digital.

“Kami sengaja memilih belajar ke sini. Prestasi BSDSA sudah teruji di level nasional. Kami ingin menyalin semangat dan sistemnya agar sampah di nagari-nagari kami tidak lagi berakhir mencemari lingkungan, melainkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga,” ujar Asril di sela-sela kunjungan.

Dalam sesi studi tiru tersebut, pengelola BSDSA memaparkan kunci keberhasilan mereka: disiplin pemilahan, pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga sebagai motor penggerak, serta pemanfaatan platform digital untuk mencatat tabungan sampah warga.

Sistem ini tidak hanya berhasil mengurangi volume kiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga secara nyata menyejahterakan anggota.

Hadian Supriatna, Kades Cibiru Wetan, menegaskan bahwa bank sampah adalah solusi konkret di tengah darurat pengelolaan sampah.

“Ini adalah bukti bahwa penanganan sampah berbasis komunitas dengan sentuhan teknologi bisa menjadi lokomotif ekonomi sirkular. Sampah yang dikelola dengan baik menjelma menjadi berkah,” tegasnya.

Para Wali Nagari pun antusias mendalami teknis operasional BSDSA. Mereka berharap dapat menduplikasi model ini di Sumatera Barat, menyulap persoalan sampah rumah tangga menjadi peluang usaha dan tabungan digital yang mengangkat derajat perekonomian warga.

Studi tiru ini menjadi langkah awal transformasi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan di Bumi Ranah Minang.

photostudio_1780131202190
Example 120x600
Iklan SIM_20261028_124206_2