
BANDUNG|volixbandung.com – Upaya menangani krisis sampah dari hulu terus digaungkan. Lewat program inovatif, Bank Sampah Digital Sahabat Asri (BSDSA) mampu menginspirasi Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Dharmasraya, Asril, AP, memboyong 44 Wali Nagari (Kepala Desa) untuk menimba ilmu langsung ke Bank Sampah Digital Sahabat Asri (BSDSA) di kawasan Cibiru Asri, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2026).
Rombongan ini tidak sekadar berkunjung, melainkan membedah strategi sukses BSDSA yang telah membuktikan bahwa sampah bukan sekadar beban lingkungan, melainkan aset ekonomi.
Dipilihnya BSDSA bukan tanpa alasan; bank sampah binaan warga ini baru saja menyabet gelar bergengsi sebagai Juara 2 Desa Terbaik Tingkat Nasional berkat inovasi tata kelola lingkungannya.

Didampingi langsung oleh Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, serta Ketua RW 17 Agus Ariyanto dan jajaran pengelola, para Wali Nagari melihat dari dekat mekanisme digitalisasi pengumpulan sampah.
Sistem yang diterapkan tidak hanya mendorong warga memilah sampah dari rumah, tetapi juga mengonversi setiap gram sampah anorganik menjadi nilai rupiah yang tercatat secara transparan di aplikasi digital.
“Kami sengaja memilih belajar ke sini. Prestasi BSDSA sudah teruji di level nasional. Kami ingin menyalin semangat dan sistemnya agar sampah di nagari-nagari kami tidak lagi berakhir mencemari lingkungan, melainkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga,” ujar Asril di sela-sela kunjungan.
Dalam sesi studi tiru tersebut, pengelola BSDSA memaparkan kunci keberhasilan mereka: disiplin pemilahan, pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga sebagai motor penggerak, serta pemanfaatan platform digital untuk mencatat tabungan sampah warga.
Sistem ini tidak hanya berhasil mengurangi volume kiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga secara nyata menyejahterakan anggota.
Hadian Supriatna, Kades Cibiru Wetan, menegaskan bahwa bank sampah adalah solusi konkret di tengah darurat pengelolaan sampah.
“Ini adalah bukti bahwa penanganan sampah berbasis komunitas dengan sentuhan teknologi bisa menjadi lokomotif ekonomi sirkular. Sampah yang dikelola dengan baik menjelma menjadi berkah,” tegasnya.
Para Wali Nagari pun antusias mendalami teknis operasional BSDSA. Mereka berharap dapat menduplikasi model ini di Sumatera Barat, menyulap persoalan sampah rumah tangga menjadi peluang usaha dan tabungan digital yang mengangkat derajat perekonomian warga.
Studi tiru ini menjadi langkah awal transformasi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan di Bumi Ranah Minang.

























Tidak ada Respon