Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
14

Nasib Tragis Dadan Hindayana: Baru Pulang Haji, Dampingi Presiden, Lalu Ditahan dalam Tiga Hari

14 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA|volixBandung.com – Perjalanan hidup mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

Publik dihebohkan dengan kabar penahanan Dadan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026), hanya berselang sehari setelah ia dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik S. Deyang.

IMG_20260901_185242

Penahanan ini menambah deretan peristiwa dramatis yang menimpa Dadan, yang sebelumnya baru saja merasakan kebahagiaan usai menunaikan ibadah haji bersama sang istri.

Rangkaian peristiwa yang begitu cepat ini sontak menjadi perbincangan hangat: bagaimana seorang pejabat tinggi negara bisa kehilangan jabatan dan kebebasannya dalam waktu kurang dari tiga hari? Berikut kronologi lengkapnya.

Senin, 1 Juni 2026: Kebahagiaan Puncak Setelah Penantian 12 Tahun

Malam itu, Dadan tiba di Tanah Air bersama rombongan gelombang pertama kepulangan jemaah haji Indonesia. Raut wajahnya sumringah, tak kuasa menyembunyikan kebahagiaan setelah akhirnya menunaikan rukun Islam kelima. Ini adalah penantian panjang yang berujung manis.

“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” kisah Dadan penuh semangat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5/2026), sebelum bertolak ke Indonesia.

Ia dengan bangga menunjukkan gelang hajinya, menandakan keberangkatan melalui jalur reguler bersama kelompok terbang (kloter) 27 embarkasi JKS (Jakarta-Bekasi).

Selasa, 2 Juni 2026: Dari Samping Presiden ke Pemecatan Malam Hari

Keesokan harinya, Dadan yang masih berstatus sebagai Kepala BGN langsung tancap gas menjalankan tugas negara. Ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat. Dalam foto yang beredar, ia terlihat sigap menyambut Presiden bersama jajaran, tanpa sedikit pun menampakkan firasat buruk.

Namun, takdir berkata lain. Malam harinya, tepat pada hari yang sama, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pencopotan Dadan dari kursi Kepala BGN di Istana Negara.

“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi dalam pengumuman resmi.

Pagi mendampingi presiden, malam jabatan hilang. Ironi yang begitu sempurna.

Rabu, 3 Juni 2026: Penggeledahan Dini Hari dan Status Tersangka

Puncak dari semua peristiwa ini terjadi keesokan paginya. Pada Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, penyidik Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN di Jakarta. Tak lama berselang, Dadan tampak sudah berada di Kejagung untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya resmi ditahan.

Kasus yang menjerat Dadan adalah dugaan korupsi jual beli titik SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Praktik gelap ini terkuak setelah sejumlah masyarakat melapor menjadi korban penipuan. Hingga kini, setidaknya 20 laporan telah masuk ke aparat penegak hukum, dengan kerugian korban ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Penyidikan merambah ke berbagai daerah. Di Batam, Kepulauan Riau, polisi mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG senilai Rp400 juta. Di Jawa Barat, situasinya lebih masif dengan total kerugian mencapai Rp1,9 miliar dari 21 korban.

Praktik serupa juga terendus di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana satu titik SPPG diduga dijual seharga Rp950 juta.

Kisah Dadan Hindayana menjadi potret nyata betapa cepatnya roda kehidupan berputar. Tiga hari yang mengubah segalanya: dari puncak spiritualitas di Tanah Suci, berdiri gagah di samping presiden, hingga harus berakhir di balik jeruji besi sebagai tersangka korupsi. (Cuy/)

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Cerita Orang Tua Siswa di Pati usai Anaknya Diduga Keracunan MBG

Sebanyak 273 siswa dan 43 guru dari MTs...

Mahfud MD Desak Proses Hukum SPPG Penyebab Keracunan MBG: Teguran BGN Dinilai Sekadar Formalitas

Mahfud MD menyoroti tidak adanya proses hukum terhadap...

Kepala SPPG Kalitengah Dicopot, Buntut Ratusan Santri Keracunan MBG

BGN Jatuhkan Sanksi Berat: Dapur SPPG Kalitengah Dihentikan...

Usai 512 Santri Keracunan MBG, BGN Beri Sanksi Keras Dapur SPPG Kalitengah

BGN Jatuhkan Sanksi Berat: Dapur SPPG Kalitengah Dihentikan...

Prabowo Apresiasi Dedikasi Para Petugas HUT ke-81 RI: Terus Bawa Semangat Merah Putih

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggaraan...

Penutupan 833 Dapur MBG Harus Transparan, Jangan Cuma Gimik!

MBG Watch mintaPemerintah melalui BGN Harus Buka Transparansi...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2