
PATI|volixbandung.com – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa ratusan siswa dan puluhan guru dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong, Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 9 September 2026. Insiden ini viral di media sosial setelah sejumlah mobil ambulans terlihat berderet mengantre membawa para korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Penanganan dilakukan di empat fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), dan RS Mitra Bangsa Pati.
Anak Alami Mual, Muntah, hingga Mimisan
Salah satu orang tua siswa SMP Negeri 1 Gembong, Anis, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami sejumlah gejala setelah mengonsumsi menu MBG.
“Menunya nasi bakar, itu menu kemarin. Yang dirasakan ya mual, muntah, terus ini mimisan. BAB sudah 4 kali,” ucap Anis kepada wartawan, Rabu, 9 September 2026.
Anis mengetahui adanya dugaan keracunan tersebut dari informasi yang beredar di grup sekolah dan langsung menuju rumah sakit.
“Langsung ada info di grup itu, langsung orang tua pada ke sini (rumah sakit). Perasaannya ya was-waslah, ini anaknya udah baikan, enggak mau diinfus. Kalau trauma, ya trauma ini,” sambungnya.
Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Dirawat
Penyebab keracunan diduga berasal dari makanan MBG yang didistribusikan sehari sebelumnya, yakni Selasa, 8 September 2026. Menu yang dikonsumsi saat itu meliputi nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orek tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.
Banyak siswa dan guru mulai menunjukkan gejala pada Selasa malam hingga Rabu pagi, seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.
Hingga Rabu petang, setidaknya ada 273 siswa dan 43 guru yang mengalami gejala diduga keracunan dari dua sekolah tersebut. Dari MTs Negeri 3 Pati, tercatat 127 siswa dan 30 guru, sedangkan dari SMP Negeri 1 Gembong, 103 siswa dan 13 guru mengalami gejala serupa.
MBG Diduga Terlambat Didistribusikan
Kepala MTs Negeri 3 Pati, Zaenal Arifin, mengungkapkan bahwa MBG pada Selasa tiba di sekolah lebih siang dari biasanya. Biasanya makanan tiba pukul 11.20 WIB, tetapi saat itu baru dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB.
Hal serupa terjadi di SMP Negeri 1 Gembong. MBG yang biasanya tiba pukul 09.30 WIB, pada hari itu baru datang sekitar pukul 11.30 WIB.
Sampel Diperiksa, SPPG Gembong 1 Ditutup Sementara
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luki Pratugas Narimo, menyatakan bahwa sampel makanan dan muntahan korban telah dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk diperiksa.
“Ini masih dugaan keracunan MBG makanan yang kemarin. Tim kami masih melakukan penyelidikan epidemiologis, jadi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya seperti apa,” ujar Luki kepada awak media, Rabu, 9 September 2026.
“Sekarang yang terpenting dilakukan adalah melakukan evaluasi para korban dengan gejala keracunan dan perawatan agar cepat membaik,” imbuhnya.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang mendistribusikan makanan tersebut untuk sementara operasionalnya telah ditutup. (*)























Tidak ada Respon