Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
24

Kepala Bakom RI Jawab Tuntutan Mahasiswa: Manfaat MBG Nyata dan Siap Evaluasi

24 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA|volixbandung.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. MBG yang merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto merupakan program penting untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan, hingga menurunkan angka stunting pada generasi muda.

Untuk itu, pemerintah, dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN), tetap akan menjalankan program MBG sambil terus mengevaluasi dan membenahi tata kelola tersebut.

IMG_20260901_185242

Penegasan itu sebagai jawaban terhadap tuntutan mahasiswa yang ingin program MBG dihentikan. Qodari menjelaskan bahwa dinamika dalam pelaksanaan sebuah program pemerintah merupakan hal yang wajar.

Setiap kebijakan yang diterjemahkan dari visi dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto ke dalam program operasional akan menghadapi tantangan dan memerlukan penyempurnaan di lapangan.

“Jadi begini, program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi. Dari satu gagasan menjadi sebuah program operasional itu perlu diturunkan. Pasti ada variasi dan pasti ada masalah. Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah,” kata Qodari, Sabtu, (13/6)

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai kendala yang muncul tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat.

“Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi,” ujarnya.

Qodari menjelaskan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang telah mengambil langkah penataan dengan menghentikan sementara pembangunan dan persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum beroperasi. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan program agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Pada hari ini yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu” jelasnya.

Qodari menegaskan penghentian sementara tersebut tidak berlaku bagi layanan MBG yang sudah berjalan.

“Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu? Emang balita disuruh berhenti makan? Anak sekolah emang nggak boleh makan lagi?” ujar Qodari.

Menurutnya, keberadaan MBG telah membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah yang kini dapat memperoleh sarapan dan makanan bergizi secara lebih teratur. Dan pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Evaluasi tersebut mencakup penerima manfaat, kondisi operasional SPPG, kualitas gizi makanan, hingga tata kelola dan keterlibatan vendor lokal.

“Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, dievaluasi dari kondisi SPPG-nya, dievaluasi dari segi gizinya, dievaluasi dari segi tata kelola bagaimana melibatkan vendor lokal. Itu semua dievaluasi,” katanya.

Dalam proses penataan tersebut, pemerintah juga menemukan potensi efisiensi anggaran yang cukup besar. Ke depan, Qodari menjelaskan, skema pemberian insentif terhadap SPPG akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat, tidak lagi menggunakan angka seragam.

Penyesuaian tersebut berpotensi menghemat anggaran sekitar Rp1 triliun setiap bulan. Qodari menegaskan bahwa langkah evaluasi dan penataan yang sedang berlangsung bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan program MBG, bukan menghentikannya.

“Kalau dikembalikan mekanisme pembayarannya berdasarkan jumlah penerima manfaat per SPPG, angka Rp1 triliun ini bisa dihemat,” katanya.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Cegah Insiden Terulang, Presiden Prabowo Janji Investigasi Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk...

Kepala SPPG Kalitengah Dicopot, Buntut Ratusan Santri Keracunan MBG

BGN Jatuhkan Sanksi Berat: Dapur SPPG Kalitengah Dihentikan...

Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Diduga Keracunan usai Santap MBG, 293 Dirawat di 8 RS

Ratusan Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan...

MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan, Paling Lambat 2028

Berdasarkan putusan MK bernomor 100/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan pada...

Pemerintah Pangkas Biaya dan Masa Tunggu Haji, Terobosan Baru demi Keadilan Jemaah

Pemerintah Pangkas Biaya dan Masa Tunggu Haji 2026,...

Komunikasi Berbasis Data Kunci Sukses Sosialisasi Kopdes Merah Putih

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari: Komunikasi Membumi dan...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2