
SIDOARJO|volixbandung.com – Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manbhaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis di delapan rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan seusai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Insiden ini bermula saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah mendistribusikan 1.010 porsi MBG kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbhaul Hikam sekitar pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas.
Pengurus ponpes segera membawa korban ke bidan terdekat di Desa Putat untuk penanganan awal. Namun dalam tempo 30 menit, jumlah santri yang mengalami gejala terus bertambah hingga mencapai puluhan orang.
Pengurus pesantren kemudian menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Sidoarjo, RS Pusura, dan enam rumah sakit lainnya di wilayah Sidoarjo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, membenarkan jumlah korban yang dirawat telah mencapai 293 orang.
“Sementara 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” ujar Herawati, Selasa (1/9/2026) malam. Pantauan di RSUD Notopuro Sidoarjo menunjukkan area poliklinik dipadati pasien santri dan keluarga hingga malam hari.
Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Ia meminta orang tua santri tidak panik dan menjamin proses pemulihan berjalan baik. “Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua,” kata Subandi.
Terkait dugaan kelalaian SPPG Tanggulangin sebagai penyuplai makanan, Subandi menyatakan akan melakukan evaluasi dan inspeksi langsung ke lokasi produksi. “Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun otoritas kesehatan setempat mengenai penyebab pasti keracunan. Pemeriksaan sampel makanan dan investigasi SPPG diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat. (Red)























Tidak ada Respon