
BLORA|volixbandung.com – Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi di lingkungan sekolah. Sebanyak 137 orang di SMAN 1 Tunjungan, Blora, Jawa Tengah, mengalami gangguan pencernaan usai diduga menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah basi. Peristiwa ini sempat terekam dalam video yang viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warganet.
Berdasarkan data yang dihimpun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, korban terdiri dari 133 siswa, 1 orang guru, serta 3 siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami diare. Dari jumlah tersebut, enam siswa terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat menggunakan ambulans lantaran kondisi mereka cukup lemah.
Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wa, membenarkan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebut para korban telah didata oleh Dinas Kesehatan dan hingga kini masih terus menjalani penanganan medis.
“Tadi didata oleh Dinas Kesehatan ada 133 siswa, satu guru. Kemudian yang diare dan izin tidak masuk ada tiga, jadi jumlah totalnya 137,” ujar Yuni dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Gejala Serupa: Sakit Perut hingga Diare
Yuni menuturkan, keluhan yang dialami para siswa relatif seragam, terutama sakit perut. Sebagian korban juga mengalami mual, pusing, dan diare. “Rata-rata gejalanya sama, sakit perut,” ungkapnya.
Sejumlah siswa sempat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal dari tim kesehatan di aula sekolah sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kesaksian Siswa
Salah seorang siswa korban berinisial SE mengaku mengalami mual, mulas, dan pusing. Ia merasakan pusing saat berangkat ke sekolah, sedangkan diare dialaminya sejak dini hari.
“Pusingnya baru tadi saat berangkat sekolah. Kalau diarenya malam, sekitar 02.30 WIB sampai 04.30 WIB,” terang SE di lokasi, Rabu, 9 September 2026.
SE mengaku tidak makan pada malam hari dan terakhir mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Senin. “Semalam saya tidak makan. Makan terakhir ya makan MBG,” jelasnya.
Penyebab Masih Diusut
Hingga kini, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan langsung dengan menu MBG yang diduga kedaluwarsa. Dinas Kesehatan Kabupaten Blora masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Pengelola MBG bersama pihak sekolah juga terus melakukan penelusuran internal untuk memastikan penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut. Para korban masih mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan setempat. ***






















Tidak ada Respon