
JAKARTA|VOLIXBANDUNG.COM – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan komitmennya menyampaikan narasi pemerintah secara utuh, adaptif, dan berbasis data. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah memastikan masyarakat memahami program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah menjadi sorotan.
Viralnya unggahan di media sosial yang menyebut bangunan Kopdes Merah Putih bakal tutup seperti swalayan, langsung ditepis Qodari. Ia memastikan program ini berjalan sesuai alur.
“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Program ini ada kategori transisi dan permanen, semuanya berproses,” ujar Qodari dalam sebuah acara, 26 Juni 2026 lalu.
Dari Madu Hingga Penghematan Ratusan Triliun
Qodari mencontohkan kunjungannya ke Padang. Di sana, KDKMP sudah dimanfaatkan warga sebagai tempat penampungan produksi madu yang menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk koperasi permanen, Qodari mengungkapkan baru 1.061 unit yang diresmikan dari target 40.000 pada 2026 sesuai proyeksi Menteri Koperasi.
“Kalau bangunan sudah jadi, ada tahapannya. Mulai dari display, masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.
Qodari membeberkan data konkret manfaat ekonomi program ini. Harga LPG 3 kg di koperasi hanya Rp16.000, lebih murah dari pasaran yang mencapai Rp20.000. Begitu pula MinyaKita yang dijual Rp15.700 per liter, jauh di bawah harga pasar Rp21.000.
Berdasarkan data Kemendukbangga 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng per bulan. Dengan selisih harga ini, penghematan dari LPG diperkirakan mencapai Rp14,2 triliun per tahun, sementara dari minyak goreng mencapai Rp18,82 triliun per tahun.
“Total masyarakat bisa hemat sekitar Rp33 triliun per tahun. Ini bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan omong kosong,” tegas Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.
Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja Lokal
Dari sisi ketenagakerjaan, Qodari menyebut setiap gerai KDKMP akan dikelola satu manajer hasil rekrutmen nasional dan 17 pekerja lokal yang diprioritaskan dari desa setempat.
“Dengan target 80.000 unit pada 2029, program ini berpotensi menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja,” ungkapnya.
Transparansi Data, Kunci Kepercayaan Publik
Gaya komunikasi Qodari yang memadukan data aktual dengan realitas lapangan menjadi ciri khas. Ia tidak sekadar membantah rumor, melainkan membuka akses informasi kepada publik.
Masyarakat yang akan bersinggungan langsung dengan program ini diharapkan dapat membangun kepercayaan lewat transparansi yang disajikan. Komunikasi strategis berbasis data ala Qodari pun dinilai ampuh meredam spekulasi liar dan memperkuat pemahaman publik terhadap program pemerintah.























Tidak ada Respon