
BANDUNG|volixbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bergerak cepat merespons peristiwa longsor tebing yang terjadi di kawasan Dago Bengkok. DSDABM memastikan insiden tersebut bukanlah amblasnya badan jalan, melainkan longsoran pada tebing penahan tanah di sisi jalur menuju Dago Bengkok.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa di lokasi tersebut tengah berlangsung proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) permanen. Proyek ini merupakan peningkatan dari penanganan darurat sebelumnya yang hanya mengandalkan bronjong.
“Penanganan permanen dilakukan dengan pembangunan pasangan batu, tiang beton, serta fondasi menggunakan bore pile. Saat proses penggalian pondasi berlangsung, terjadi longsoran yang dipicu getaran kendaraan berat seperti truk dan bus yang melintas terlalu ke sisi jalan, sehingga memengaruhi kestabilan tebing,” ujar Rizki saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Di tengah situasi tersebut, Pemkot Bandung memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka. “Alhamdulillah tidak ada,” tegas Rizki.
Demi menjamin keselamatan pengguna jalan dan mempercepat penanganan, DSDABM langsung mengambil langkah-langkah darurat strategis. Satu lajur lalu lintas terpaksa ditutup, sementara tonase kendaraan besar yang melintas dibatasi secara ketat. Rambu-rambu peringatan dipasang, dilengkapi dengan terpal pelindung untuk mencegah air hujan memperparah kondisi tebing yang labil.
Di sisi teknis, petugas telah membersihkan material longsoran dan menyiapkan pekerjaan lanjutan yang lebih kompleks. Metode stabilisasi lereng seperti pemasangan soil nailing dan shotcrete (beton tembak) akan diterapkan, bersamaan dengan pembangunan fondasi bore pile serta dinding penahan tanah berbahan beton bertulang.
Rizki mengungkapkan, sejak Rabu lalu pihaknya telah berupaya memasang sheet pile sebagai bagian dari pengamanan awal. Namun, terbatasnya ruang gerak di area kerja menjadi tantangan yang cukup berarti di lapangan.
“Secara umum ini adalah pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah dengan struktur beton untuk memperkuat tebing dan menjaga keamanan jalur lalu lintas di kawasan tersebut,” tuturnya.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pekerjaan dan mendorong percepatan konstruksi. Harapannya, kondisi tebing bisa segera stabil sehingga aktivitas lalu lintas di kawasan Dago Bengkok kembali normal dan aman bagi seluruh pengguna jalan.

























Tidak ada Respon