Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
105

Bersih-bersih ala Kepala BGN Sudaryono: 261 Pegawai Dipecat, 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

105 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA|volixbandung.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam konferensi pers yang digelar Senin (27/7/2026), Kepala BGN Sudaryono mengumumkan pemecatan massal terhadap pegawai non-ASN serta penutupan permanen ratusan dapur yang terbukti melanggar aturan.

“Per hari ini, tanggal 27 Juli 2026, kami mencoba untuk bersih-bersih. Yang melanggar kami berikan sanksi,” tegas Sudaryono.

IMG_20260901_185242

Tercatat, BGN memberhentikan 261 pegawai non-ASN dengan rincian 224 tenaga non-ASN dan 37 tenaga ahli. Selain itu, sebanyak 833 dapur MBG resmi ditutup permanen dan tidak akan lagi menerima pembayaran. Ratusan dapur itu tersebar di 98 titik di Wilayah Sumatera, 311 titik di Wilayah Jawa dan Madura, serta 424 titik di Wilayah Indonesia Timur.

Sudaryono menekankan bahwa sanksi kali ini bersifat permanen, berbeda dari evaluasi sebelumnya. “Kalau ini sudah suspend, tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran,” ujarnya.

Janji Perbaikan Tata Kelola Program MBG

Dalam upaya perbaikan sistemik, BGN menyoroti tiga fokus utama. Pertama, terkait tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum di internal lembaga, BGN menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kejaksaan dan membuka akses seluas-luasnya untuk penyelidikan dan penyidikan.

Fokus kedua adalah memastikan standar kecukupan gizi dalam menu MBG. Sudaryono meluruskan persepsi publik mengenai program andalan pemerintah ini. “Sekali lagi, ini namanya Makan Bergizi Gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis. Kecukupan gizinya lah yang menjadi tolak ukur,” jelasnya.

Guna menjaga standar tersebut, ia memastikan bahwa posisi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur kini dijabat oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang berstatus abdi negara. Langkah ini agar pengawasan di level dapur lebih bertanggung jawab.

“Status kepala dapur adalah abdi negara. Penting bagi kami memastikan mereka bekerja sebaik-baiknya dan memastikan menu yang tersaji itu baik,” imbuhnya.

Terakhir, BGN berkomitmen membenahi transparansi dan komunikasi publik dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, kementerian/lembaga lain, serta partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas menu, penyaluran, dan kebersihan dapur.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Penutupan 833 Dapur MBG Harus Transparan, Jangan Cuma Gimik!

MBG Watch mintaPemerintah melalui BGN Harus Buka Transparansi...

Profil dan Rekam Jejak Sudaryono, Kepala BGN pengganti Nanik S Deyang

Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala BGN....

Jejak Singkat Nanik S Deyang saat Menjabat Kepala BGN

Nanik S Deyang resmi putuskan mundur dari jabatan...

Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN Alasan Kesehatan

Nanik S Deyang memutuskan mundur dari jabatan Kepala...

Investigasi BGN Ungkap 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap, Portal Pendaftaran Langsung Ditutup

Cilacap Geger: 100 Dapur MBG Fiktif Ditemukan di...

Ternyata ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

Dianggap disiplin dalam manajemen. Jadi Alasan Presiden Tunjuk...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2