
BANDUNG|volixbandung.com – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat berkomitmen menuntaskan carut marut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang menuai kekecewaan luas masyarakat. Langkah awal, Komisi V akan merumuskan rekomendasi tegas hasil rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Jabar.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menegaskan hal itu usai berkonsultasi dengan Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa, di Kota Bandung, Rabu malam (17/6/2026). Dalam waktu dekat, Komisi V akan menyampaikan informasi utuh sekaligus sikap resmi atas masalah ini ke publik.
“Ini problem serius. Kekecewaan tumbuh di masyarakat karena sistem sering error, hang atau membeku, serta lambat. Kami sampaikan fakta lapangan itu langsung ke pimpinan,” ujar Yomanius.
DPRD Jabar menilai akar masalah terletak pada ketidaksiapan sistem selama proses SPMB berjalan. Adapun desakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) dari elemen masyarakat dan LSM, Yomanius menyatakan hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing fraksi, bukan lagi ranah Komisi V.
Terkait kebijakan Pemprov Jabar menyiapkan bantuan pendidikan bagi sekitar 78 ribu siswa miskin yang tak lolos SPMB, Komisi V menyatakan dukungan. Namun, DPRD Jabar akan tetap mengkaji secara cermat rencana tersebut dengan kapasitas fiskal daerah saat ini. ***

























Tidak ada Respon