Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
51

DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026 Mulai 8 September, Target Pendapatan Turun Jadi Rp27,85 Triliun

51 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG|volixbandung.com – DPRD Jawa Barat akan memulai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 melalui Badan Anggaran (Banggar) pada 8–11 September 2026. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna yang digelar Jumat (4/9/2026) dengan agenda jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menyampaikan bahwa hasil pembahasan Banggar diharapkan dapat dilaporkan dalam rapat paripurna pada 11 September 2026. “Setelah ini, Banggar akan membahas mulai 8 sampai 11 September 2026,” ujarnya.

IMG_20260901_185242

Dalam paparannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk mengelola PAPBD 2026 secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan berbasis kinerja. Orientasi utamanya adalah peningkatan pelayanan publik serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendapatan daerah dalam PAPBD 2026 ditargetkan sebesar Rp27,85 triliun, sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp30,82 triliun. Hingga semester I 2026, realisasi pendapatan tercatat 42,74 persen dan belanja mencapai 40,19 persen.

Erwan menjelaskan, penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,57 triliun dipengaruhi oleh perlambatan penerimaan serta penyesuaian potensi riil pendapatan. Salah satu faktornya adalah penurunan target PKB, BBNKB, dan PBBKB seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik. Untuk mengatasinya, Pemprov Jabar akan memperkuat basis data, digitalisasi layanan, kemudahan pembayaran pajak, serta intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.

Di sisi belanja, peningkatan belanja modal sebesar 10,88 persen diarahkan untuk preservasi jalan dan jembatan, penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta infrastruktur pelayanan publik lainnya. Sektor pendidikan juga menjadi prioritas, terutama peningkatan kualitas dan pemerataan akses, termasuk penanganan Anak Tidak Sekolah dan penguatan pendidikan vokasi.

Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp3,59 triliun, termasuk rencana pembiayaan utang daerah sebesar Rp3,4 triliun. Pemprov Jabar menyatakan rencana tersebut telah memperhitungkan kemampuan pembayaran dengan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sebesar 17,62. Dana tersebut akan diarahkan untuk pembiayaan infrastruktur pelayanan publik serta peningkatan pelayanan dasar masyarakat.

“Pemprov Jabar menegaskan seluruh kebijakan PAPBD 2026 akan tetap mengedepankan kehati-hatian dan kesinambungan fiskal, sekaligus memperkuat pengawasan dan pengendalian agar anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jawa Barat,” tegas Erwan.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

BJB KC Bekasi Cetak Rapor Hijau di Triwulan III 2026

BEKASI|volixbandung.com – Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat,...

Komisi I DPRD Jabar Dorong Digitalisasi Pilkades

KARAWANG|volixbandung.com – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat...

DPRD Jabar dan Pemprov Sepakati Rancangan KUA-PPAS APBD 2027

Lewat rapat paripurna yang digelar pada Rabu (5/8/2026),...

Komisi II DPRD Jabar Dorong Modernisasi UPTD Balai Pengujian Agro

Komisi II DPRD Jabar Dorong Modernisasi UPTD Balai...

Godok Ranperda Lingkungan, Pansus XV DPRD Jabar Serap Masukan Krusial dari Dua Kementerian

Pansus XV DPRD Jabar Godok Ranperda Perlindungan Lingkungan,...

Bapemperda DPRD Jabar Dorong Kontribusi BUMD Terhadap PAD Jawa Barat

Kunjungan kerja ke DKI Jakarta, Bapemperda DPRD Jabar...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031