
BANDUNG|volixbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara mengenai polemik penebangan 10 pohon besar di kawasan Jalan Riau, Kota Bandung.
Kasus penebangan 10 pohon ini sedang ramai diperbincangkan publik, setelah beredar video Wali Kota Bandung M FarhanFarhan tampak marah dan kesal mengetahui pohon rindang yang berada di pinggir jalan ditebang tanpa prosedur dan melanggar.
Merespons polemik tersebut, Gubernur yang akrab disapa KDM itu menyampaikan dua sikap tegas kepada Wali Kota Bandung. Pertama, ia mempersilakan proses hukum terkait perizinan penebangan untuk tetap dilanjutkan apabila seluruhnya telah sesuai prosedur.
“Kalau persoalan penebangannya sesuai prosedur hukum, silahkan dilanjutkan,” tegas Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Tribun Jabar @tribunjabar, Senin (3/8/2026).
KDM Usulkan Beri Sanksi Tegas Pejabat Birokrasi
Namun di sisi lain, KDM mendesak agar jajaran birokrasi di internal Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diberikan sanksi tegas. Menurutnya, musnahnya 10 pohon besar tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya unsur kelalaian dan pembiaran dari para petugas di lapangan.
“Ada kecolongan. Lurahnya kasih sanksi, camatnya kasih sanksi, kepala dinas lingkungan hidupnya kasih sanksi. Artinya, itu ada kelalaian, ada pembiaran,” kata Dedi Mulyadi.
Ia mempertanyakan bagaimana aksi penebangan dalam jumlah signifikan tersebut bisa tidak terdeteksi oleh para pemangku kepentingan di tingkat kota hingga kewilayahan. Padahal, menurutnya, banyak elemen yang seharusnya menjadi mata dan telinga kota.
“Masa orang nebang 10 pohon nggak ketahuan? Ada petugas di situ, ada tukang sapu, ada pengawas, ada Satpol PP lewat tiap hari, ada pegawai dinas perhubungan, ada lurah, ada camat, ada RT, ada RW,” kritiknya.
KDM berharap pemberian sanksi internal ini dapat menjadi efek jera serta pelajaran berharga bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kota Bandung. Ia ingin agar setiap pegawai memiliki rasa kepemilikan dan kecintaan terhadap kotanya sendiri.
“Berikan sanksi kepada internal secara tegas agar para pegawai Kota Bandung tumbuh menjadi pegawai yang mencintai kotanya,” pungkasnya.






















Tidak ada Respon