
SWEDIA|volixbandung.com – Mewakili Indonesia, Akademi PERSIB Kota Cimahi (APC) harus mengakhiri perjalanannya di Gothia Cup U13 2026 dengan predikat runner-up. Pada laga puncak yang digelar di SKF Arena, Gothenburg, Sabtu (18/7/2026) waktu setempat, APC takluk 0-2 dari wakil Prancis, Section Elite Academy.
Kekalahan ini menjadi satu-satunya noda dalam catatan impresif APC sepanjang turnamen. Dari total sembilan laga yang dijalani, armada asuhan Agi Maulana berhasil menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan gemilang itu terhenti di hadapan tim Prancis yang tampil solid di partai final.
Pelatih APC, Agi Maulana, menyikapi kekalahan ini dengan sikap kesatria. Ia menegaskan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain muda yang telah memberikan segalanya.
“Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak turnamen Gothia Cup walau keluar sebagai runner-up. Ini bagian dari sepak bola di mana tahun ini sangat kompetitif. Ini akan jadi bagian dari proses anak-anak,” ujar Agi.
Torehan ini terasa spesial mengingat APC datang dengan sejumlah wajah baru. Sang juara bertahan—yang tahun lalu menggenggam trofi usai menghancurkan FC Stockholm 5-1—kembali dihadapkan pada tantangan berat. Mulai dari adaptasi dengan perbedaan cuaca, hingga menghadapi lawan-lawan yang tak hanya unggul secara teknik individu, tetapi juga permainan kolektif.
Meski gagal mempertahankan gelar, semangat pantang menyerah para pemain muda Cimahi tetap menjadi sorotan. Agi menilai mentalitas tim asuhannya musim ini tak kalah hebat dari tim juara tahun lalu.
“Anak-anak masih menunjukkan semangat belajar, disiplin, dan mental yang kuat. Sebagai pelatih, saya tetap bangga karena mereka tidak pernah menyerah memberikan yang terbaik untuk tim dan nama Indonesia,” pungkasnya.
Dominasi dari Fase Grup hingga Semifinal
Perjalanan APC menuju final diwarnai dengan produktivitas gol yang menakutkan sekaligus pertahanan kokoh. Di fase grup, mereka langsung mencuri perhatian dengan kemenangan 1-0 atas tim Swedia, Kalmar FF (13/7). Performa ofensif mulai meledak di laga berikutnya dengan menggulung FC Rozova Dolina Kazanlak (Bulgaria) 4-0, ditutup pesta gol 7-0 ke gawang Sandarna BK (Swedia) di laga pamungkas grup.
Memasuki babak gugur, APC semakin tak terbendung. Mereka membungkam IK Franke dengan skor fantastis 10-1 di babak 32 besar, kemudian melibas Skelleftea FF 5-0. Tantangan dari 345 FC (Kepulauan Cayman) di perdelapan final juga sukses diatasi dengan kemenangan 4-1.
Di perempat final, APC menjaga gawangnya tetap perawan dengan kemenangan 2-0 atas Alvsjo AIK FF. Semifinal menjadi satu-satunya laga yang sedikit menguji pertahanan mereka, namun ketajaman lini depan memastikan tiket final usai menundukkan Dragones FC (Meksiko) dalam duel delapan gol yang berakhir 6-3.
Sayang, puncak performa itu tak mampu berlanjut di partai pamungkas. Section Elite Academy tampil sebagai tembok kokoh yang mematahkan catatan sempurna APC, memastikan trofi edisi 2026 melayang ke Prancis. Kendati demikian, pencapaian ini tetap menegaskan posisi APC sebagai salah satu kekuatan utama di level junior internasional.

























Tidak ada Respon