Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
15

AAF 2026 Tarik 259 Ribu Pengunjung, Transaksi UMKM Tembus Rp795 Juta

15 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Asia Africa Festival 2026 sukses menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif Kota Bandung. Selama dua hari, 11–12 Juli 2026, festival bertema semangat Konferensi Asia Afrika itu mencatatkan 259.200 pengunjung dan transaksi di Asia Africa Market mencapai Rp795.685.000.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut capaian tersebut bukti Bandung mampu menggelar perhelatan internasional yang berdampak langsung ke masyarakat.

IMG_20260901_185242

“Asia Africa Festival bukan sekadar perayaan budaya. Festival ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga delegasi dari berbagai negara. Yang paling penting, kegiatan ini mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif dan kota yang memiliki sejarah penting bagi dunia,” ujar Farhan, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Farhan, tingginya animo publik menunjukkan event berkualitas bisa menggerakkan banyak sektor.

“Selama dua hari penyelenggaraan, total kunjungan mencapai lebih dari 259 ribu orang. Ini menunjukkan bahwa event berkualitas mampu menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, perhotelan, kuliner, hingga transportasi. Kami ingin setiap kegiatan pemerintah memiliki multiplier effect bagi perekonomian Kota Bandung,” katanya.

Dari sisi kegiatan, rangkaian AAF dibuka dengan Asia Africa Carnaval yang diikuti 23 komunitas, dua kabupaten/kota, dan dua negara dengan total 1.380 peserta. Karnaval disaksikan sekitar 9.800 pengunjung dan dihadiri delegasi dari 28 negara.

Di Gedung De’Majestik, Asia Africa Corner menjadi pusat interaksi seni dan budaya. Program Asia Africa Performing Lab digelar dalam tujuh sesi bersama 14 komunitas, menampilkan seni, film, teater monolog, musik, paduan suara, hingga gathering mahasiswa internasional. Program ini menarik sekitar 1.200 pengunjung.

Sementara Asia Africa Culture menghadirkan 40 seniman Bandung serta satu sesi talkshow seni dan kreativitas yang dikunjungi 875 orang selama dua hari.

Sektor ekonomi paling besar ditopang Asia Africa Market. Sebanyak 49 tenant dan 18 pengisi acara mengisi kawasan dengan produk UMKM, kuliner, fesyen, kriya, dan hiburan.

“Transaksi yang hampir mencapai Rp800 juta menunjukkan bahwa event budaya juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kehadiran pengunjung memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM dan industri kreatif. Ini yang terus akan kami dorong agar setiap event memberikan dampak ekonomi yang luas,” ungkap Farhan.

AAF 2026 juga mengusung konsep Sustainable Event. Perhitungan pengunjung dilakukan lewat CCTV Counting di Asia Africa Market dengan rata-rata 180 orang per menit. Penonton Carnaval diestimasi dari luas area 9.477 meter persegi dengan kapasitas 16.923 orang. Untuk Asia Africa Corner, data diambil dari 2.075 pendaftar daring.

Dari sisi lingkungan, melalui program WAHU terkumpul 807,58 kilogram sampah plastik atau setara 18 meter kubik dari empat hub selama tujuh hari jelang festival. Data DLH Kota Bandung mencatat total sampah terkelola 22 meter kubik, terdiri 18 meter kubik plastik 80%, 2 meter kubik organik 10%, dan 2 meter kubik residu 10%.

Penyelenggaraan AAF 2026 juga menghasilkan emisi karbon 10,82 ton CO₂e. Sebagai mitigasi, Pemkot Bandung akan melakukan carbon offset lewat penanaman 110 pohon produktif di Kecamatan Sumur Bandung, Lengkong, dan Regol bersama Disbudpar.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari bagaimana acara tersebut bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu kami menghitung jejak karbon penyelenggaraan kegiatan dan melakukan kompensasi melalui penanaman pohon produktif. Ini menjadi bagian dari komitmen Bandung menuju penyelenggaraan event yang lebih berkelanjutan,” jelas Farhan.

Farhan berharap AAF terus berkembang menjadi agenda internasional yang memperkuat posisi Bandung sebagai Kota Asia Afrika sekaligus destinasi wisata budaya dunia.**

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2