Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
5

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Hanya Diundang

5 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKART | Volixbandung.com – Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada publik buntut polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Kepolisian menyebut akan menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi.

Permintaan maaf itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

IMG_20260901_185242

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Budi.

Ia menjelaskan, deklarasi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Sejumlah tokoh publik hadir, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

Terkait kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim, Budi menegaskan keduanya berstatus sebagai undangan Polda Metro Jaya selaku penyelenggara. Menurutnya, keduanya memiliki niat baik untuk ikut memaknai peringatan Sumpah Pemuda.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan kepolisian menghormati setiap aspirasi dan kritik yang disampaikan masyarakat. Ia berharap nilai persatuan dalam Sumpah Pemuda tetap menjadi pijakan bersama.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Deklarasi Tuai Sorotan

Sebelumnya, pelaksanaan deklarasi tersebut menuai sorotan usai muncul dugaan bahwa sejumlah peserta yang hadir bukan mahasiswa asli sesuai identitas kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa Indonesia.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa itu, Raffi Ahmad mengapresiasi semangat generasi muda yang mengikuti deklarasi. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pemuda saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Dia pun mengajak generasi muda menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

Sementara itu, Budi sebelumnya menyampaikan bahwa deklarasi tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurut dia, agenda itu diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini, bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2