Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Iklan SIM_20261028_124206_3
4

Dedi Mulyadi Dukung Penerbangan Jakarta-Tasikmalaya Dorong Ekonomi Priangan Timur

4 dilihat
Istimewa
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Pengembangan konektivitas udara menuju kawasan Priangan Timur mendapat dukungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pembukaan akses penerbangan Jakarta-Tasikmalaya melalui Bandara Wiriadinata diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dukungan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menyambut penerbangan perdana Rimbun Air dalam rangka uji coba rute Jakarta-Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026). Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ATR 72-600 dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya.

IMG_20260901_185242

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi mengapresiasi kontribusi Wakil Jaksa Agung RI Asep Nana Mulyana yang turut membantu mempermudah pembukaan akses penerbangan menuju Tasikmalaya. Asep diketahui merupakan putra daerah Tasikmalaya.

“Ini warga Jawa Barat harus berterima kasih dengan orang Tasik yang kebetulan menjabat menjadi Wakil Jaksa Agung. Beliau telah membantu mempermudah layanan penerbangan dari Jakarta ke Tasik,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia juga meminta Asep menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memanfaatkan fasilitas penerbangan tersebut.

Asep mengatakan, pembukaan jalur udara Jakarta-Tasikmalaya merupakan hasil upaya bersama untuk memperlancar konektivitas antarkota. Kemudahan transportasi diharapkan turut menggerakkan kegiatan ekonomi di Tasikmalaya dan daerah sekitarnya.

“Terima kasih Pak Gubernur. Hatur nuhun kasadayana. Jadi ini merupakan upaya kami dengan Pak Gubernur untuk mempermudah konektivitas antara kota-kota,” kata Asep.

Menurut dia, keberadaan jalur penerbangan tersebut dapat menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses menuju Tasikmalaya dari Jakarta maupun sebaliknya.

“Terutama bagi teman-teman yang mungkin ingin memanfaatkan jalur ini sehingga nanti lebih gampang dan tentu bisa meningkatkan sumber ekonomi baik di Tasik maupun di wilayah sekitar. Semoga fasilitas penerbangan ini bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Uji coba penerbangan tersebut menjadi bagian dari penjajakan potensi pasar dan kesiapan operasional sebelum layanan reguler dijalankan. Jika dikembangkan lebih lanjut, akses udara melalui Bandara Wiriadinata diharapkan tidak hanya melayani masyarakat Kota Tasikmalaya, tetapi juga menjangkau Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, hingga Pangandaran.

Penguatan konektivitas udara tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses transportasi yang lebih luas bagi kawasan Priangan Timur. Kemudahan mobilitas diharapkan dapat mendukung perdagangan, investasi, serta kunjungan wisatawan.

Pengembangan Konektivitas Udara dari Bandung

Dukungan terhadap penerbangan menuju Tasikmalaya melanjutkan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan jaringan transportasi udara di sejumlah wilayah. Sebelumnya, perhatian juga diarahkan pada pengaktifan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Pada 2 Juli 2025, Dedi Mulyadi menghadiri peresmian penerbangan perdana Susi Air rute Bandung-Yogyakarta. Layanan tersebut menghubungkan Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Adisutjipto. Saat itu, Dedi Mulyadi menyebut pembukaan rute Bandung-Yogyakarta sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali ekosistem penerbangan di Bandara Husein yang berada di pusat Kota Bandung.

“Ini adalah jalan untuk mengembangkan kembali Bandara Husein agar bisa hidup kembali. Hari ini Bu Susi menggunakan pesawat kecil, mungkin ke depan akan semakin banyak penerbangan,” ujarnya.

Menurut Dedi Mulyadi, pengembangan aktivitas penerbangan membutuhkan proses bertahap, dimulai dengan pembukaan rute dan pembentukan pasar penumpang. Keterlibatan pelaku usaha asal Jawa Barat juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekosistem penerbangan.

“Kita mulai dari sini. Kalau sudah terisi, ekosistem akan tumbuh. Tapi kalau belum ditanam, ekosistem tidak akan pernah ada,” katanya.

Pada saat itu, Susi Air juga telah melayani sejumlah rute, di antaranya Bandung-Pangandaran melalui Bandara Nusawiru dan Bandung-Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Penerbangan Bandung-Yogyakarta kemudian menambah jaringan layanan maskapai milik Susi Pudjiastuti tersebut.

Sayang Husein dan Kertajati

Dedi Mulyadi juga pernah menjelaskan pembagian fokus pengembangan dua bandara strategis di Jawa Barat. Bandara Husein Sastranegara diarahkan untuk memperkuat konektivitas penerbangan dari Bandung, sedangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka diprioritaskan untuk penerbangan internasional, terutama perjalanan haji dan umrah.

“Saya ini Gubernur Jawa Barat. Sama Husein harus sayang, sama Kertajati juga harus sayang,” ungkapnya.

Dengan penjajakan penerbangan Jakarta-Tasikmalaya, pengembangan konektivitas udara di Jawa Barat kini turut menyasar Priangan Timur. Kehadiran layanan tersebut diharapkan membuka pilihan perjalanan yang lebih mudah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Jawa Barat.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2