
KALTENG | Volixbandung.com – Tiga prajurit TNI Angkatan Darat meninggal dunia setelah helikopter MI-17V5 yang mereka tumpangi jatuh saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Insiden itu terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Danau Sembuluh, Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu, 4 November 2026.
Kementerian Kehutanan mengumumkan identitas para korban melalui akun Threads resminya. Mereka adalah Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.
Kemenhut turut menyampaikan duka cita dan apresiasi atas pengabdian ketiganya yang gugur saat menjalankan misi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
“Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Pengabdian dan jasa pahlawan yang gugur bertugas akan senantiasa dikenang,” tulis Kemenhut, Kamis, 5 November 2026.
Jalannya Insiden
Helikopter bernomor registrasi HA-5235 itu milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dan mengangkut delapan personel. Pesawat lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk rute Kuala Pembuang – Telaga Pulang – Kuala Pembuang.
Penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemadaman karhutla di Resor Telaga Pulang, TNTP, dengan metode water bombing, yaitu menjatuhkan air dari udara ke titik api.
Sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami masalah saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu. Gangguan teknis itu membuat pesawat kehilangan kendali hingga akhirnya jatuh ke sungai.
Kapendam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata, membenarkan insiden yang melibatkan HA-5235 tersebut dan menyebut pihaknya sudah menerima laporan awal.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, menjelaskan kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang mengambil air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.
“Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu,” kata Kombes Pol Budi, dikutip Antara, Rabu, 4 November 2026.
Begitu laporan diterima, TNI AD langsung mengerahkan personel untuk mengevakuasi delapan kru. Penyelamatan dilakukan lewat jalur udara dan laut dengan melibatkan tim gabungan.
Dua kru berhasil dievakuasi memakai helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB, lalu dibawa dengan ambulans ke RSUD Kuala Pembuang untuk perawatan medis.
Laporan awal menyebut satu personel ditemukan meninggal dunia, lima lainnya berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit, sementara dua kru lain masih dicari.
Berdasarkan keterangan Polda Kalimantan Tengah, delapan personel di dalam helikopter itu adalah Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.
Perkembangan terbaru disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. Ia menyebut dua kru dipastikan meninggal dunia, lima orang selamat dan dirawat, sedangkan satu personel masih dalam pencarian.
“Kru nya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian,” ujar Pangdam.
Pangdam bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mendatangi Seruyan untuk meninjau lokasi kecelakaan. Mereka juga mengecek kondisi korban selamat di RSUD Kuala Pembuang.
Tiga Korban yang Gugur
Dalam unggahan resmi di media sosial, Kemenhut menyebut jumlah korban jiwa bertambah menjadi tiga orang, yakni:
1. Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah
2. Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar R. H., S.H., M.H.
3. Sertu (Anm.) Heri Prasetyo
Salah satu korban, Letkol Dudi Firmansyah, merupakan penerbang di Skadron 31/Amur Yudha Cakti (AYC) Puspenerbad. Ia dikenal memiliki jam terbang mencapai 3.816,15 menit.
Selain Kemenhut, akun Instagram Lanumad Ahmad Yani, @lanumad_ahmad_yani, juga menyampaikan belasungkawa.
“Komandan Beserta Keluarga besar Lanumad A. Yani Puspenerbad. Turut berduka cita atas musibah kecelakaan Helikopter Mi-17 TNI AD yang bertugas dalam Satgasud Penanggulangan Karhutla di Kalimantan,” bunyi unggahan tersebut.

























Tidak ada Respon