
BANDUNG| Volixbandung.com – Banyak yang mengira setelah Belanda menyerah di Kalijati 8 Maret 1942, Indonesia langsung merdeka. Faktanya, 3,5 tahun pendudukan Jepang justru menjadi kawah candradimuka yang mematangkan kemerdekaan.
Fase 1: Tipu Muslihat Saudara Tua
Awalnya Jepang disambut sebagai pembebas karena berhasil mengusir Belanda. Namun tujuan utamanya adalah ekonomi perang. Jepang menguras padi, minyak, dan memaksa kerja paksa Romusha.
Fase 2: Jepang Melatih Tentara Nasional Kita
Karena kekurangan pasukan, Jepang terpaksa membentuk tentara dari rakyat Indonesia. Ini adalah titik balik terbesar.
> “Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia… PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No. 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada.”
Pelatihan dipusatkan di Bogor. Inilah yang membedakan penjajahan Belanda dan Jepang.
> “Veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, mulai dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR)… hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena hal ini, PETA dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia.”
Tokoh-tokoh PETA inilah yang kelak menjadi pemimpin TNI: Jenderal Soedirman, Soeharto, Gatot Soebroto, Ahmad Yani.
> “Organisasi militer yang dibentuk Jepang pada 3 Oktober 1943 ini, meski awalnya dibentuk untuk kepentingan perang Jepang, justru menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin TNI.”
Fase 3: Janji Manis Kemerdekaan Karena Terdesak Kalah
Pada 1944, Jepang mulai kalah di Pasifik melawan Amerika. Agar mendapat dukungan Indonesia, Jepang memberi janji.
> “Jepang memberikan janji kemerdekaan terhadap wilayah-wilayah jajahannya, yang disampaikan oleh P.M. Koiso pada 7 September 1944 didepan parlemen Jepang, yang kemudian dikenal sebagai JANJI SEPTEMBER 1944.”
> “Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya.”
Sebagai realisasi janji itu:
> “Pada 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai panglima tentara Jepang di Jawa mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).”
BPUPKI bertugas menyelidiki dasar negara, yang kemudian melahirkan Pancasila. Setelah tugas selesai, BPUPKI dibubarkan.
> “Setelah BPUPKI selesai bertugas, dibentuklah Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945. Badan ini diketuai oleh Ir. Soekarno.”
*Fase 4: Kekosongan Kekuasaan – Momen Emas 17 Agustus*
Puncaknya terjadi Agustus 1945. Setelah bom atom Hiroshima 6 Agustus dan Nagasaki 9 Agustus:
> “Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 atau tanggal 15 Agustus 1945 menurut waktu Jepang. Menyerahnya Jepang dan belum datangnya Sekutu ke Indonesia menyebabkan kekosongan kekuasaan (Vacuum of Power) di Indonesia.”
Momen ini dimanfaatkan pejuang muda. Mereka tidak mau kemerdekaan dianggap hadiah Jepang dari PPKI.
> “Menyerahnya Jepang ini menyebabkan vacuum of power atau kekosongan kekuasaan, sebab meski Jepang menyerah kepada Sekutu, pasukan Sekutu sendiri belum ada di sebagian besar wilayah Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan.”
> “Sutan Syahrir, yang mendengar berita ini mengambil kesimpulan bahwa Indonesia harus memproklamasikan kemerdekaanya segera.”
Karena Soekarno-Hatta masih menunggu PPKI, pemuda menculik mereka ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 untuk menjauhkan dari pengaruh Jepang.
Akhirnya pada *17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta*, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia.
Kesimpulan:
Tanpa Kalijati, Belanda tidak kalah. Tanpa kekalahan Belanda, Jepang tidak masuk. Tanpa Jepang, kita tidak punya PETA sebagai cikal bakal TNI dan tidak punya BPUPKI/PPKI yang merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Jepang datang untuk menjajah, tapi secara tidak sengaja melatih kita untuk merdeka.
Sumber:
Wikipedia – PETA: Dibentuk 3 Oktober 1943 berdasarkan Osamu Seirei No.44 oleh Letjen Kumakichi Harada.
Wikipedia – PETA: Cikal bakal TNI dari BKR, TKR hingga TNI.
http://daulatrakyatco.co.id: PETA menjadi kawah candradimuka calon pemimpin TNI.
Slideshare Materi Sejarah Kemendikbud: Janji PM Koiso 7 September 1944 (Janji September).
Gauthmath/Scribd – Sejarah BPUPKI: Janji Koiso 7 Sept 1944, BPUPKI dibentuk 1 Maret 1945 oleh Jenderal Harada, diketuai Radjiman Wedyodiningrat, PPKI dibentuk 7 Agustus 1945 diketuai Soekarno.
http://Idsejarah.net & Brainly: Jepang menyerah 14/15 Agustus 1945 menyebabkan vacuum of power karena Sekutu belum datang.[1][2][3][4][5][6]























Tidak ada Respon