
JAKARTA – Volixbandung.com | Epidemiolog Griffith University dan Universitas YARSI, Dicky Budiman, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai paparan abu vulkanik yang bukan sekadar debu biasa. Ia menekankan kandungan silika di dalam abu vulkanik berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, terutama bagi pernapasan dan mata.
Dicky mengimbau warga di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker N95 untuk perlindungan maksimal.
Selain itu, warga diminta menutup rapat pintu dan jendela rumah guna mencegah abu masuk ke dalam ruangan. Untuk melindungi mata dari iritasi, disarankan menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak menjemur pakaian di luar rumah selama paparan abu berlangsung, serta tidak mengibaskan pakaian yang telah terkena abu karena dapat menyebarkan partikel berbahaya ke udara.
Dari sisi keamanan pangan, masyarakat diminta menutup rapat makanan dan minuman agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Dicky menegaskan, jika mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata, warga harus segera mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Masyarakat diimbau untuk menjaga diri dan tetap memantau informasi resmi terkait sebaran abu vulkanik,” ujarnya.























Tidak ada Respon