
FOGO | Volixbandung.com – Liburan yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi duka nasional. Sebuah bus yang membawa rombongan pelajar terjun ke jurang sedalam ratusan meter di Pulau Fogo, Cabo Verde, Sabtu lalu. Sedikitnya 25 orang tewas. Mayoritas korban adalah anak-anak sekolah dan remaja.
Mengutip Russia Today, Senin 7 September 2026, bus tersebut sedang dalam perjalanan menuju Desa Cha das Caldeiras untuk field trip tahunan. Desa itu terletak di dalam kawah Gunung Berapi aktif Pico do Fogo dan terkenal sebagai sentra produksi anggur.
Di tengah perjalanan, bus yang dikemudikan penyelenggara kegiatan diduga hilang kendali lalu meluncur jatuh dari tebing. Sang penyelenggara turut menjadi korban. Beberapa penumpang lain selamat dengan luka ringan hingga berat dan kini masih menjalani perawatan.
Berita duka ini langsung mengguncang Cabo Verde, negara kepulauan di Afrika Barat. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari.
Presiden Cabo Verde, Jose Maria Pereira Neves, meluapkan kesedihannya lewat unggahan di Facebook.
“Saya patah hati. Ini adalah kehilangan yang tidak dapat diperbaiki. Sebagian dari masa depan yang kini harus kita ucapkan selamat tinggal. Sebagian besar korban adalah kaum muda dan remaja,” tulisnya.
Minggu kemarin, Presiden bersama sejumlah pejabat tinggi negara menghadiri pemakaman untuk sekitar 18 korban. Korban lainnya dimakamkan dalam upacara terpisah di hari yang sama.
Hingga saat ini aparat setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Fokus penyelidikan diarahkan pada kondisi jalan di kawasan kawah, kondisi teknis bus, dan kronologi sebelum bus terjun ke jurang.
Tragedi di Pulau Fogo ini menjadi pengingat betapa rapuhnya perjalanan wisata, terutama yang membawa anak-anak. Duka Cabo Verde hari ini juga menjadi duka bersama.























Tidak ada Respon