Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
37

Abu Vulkanik Jadi Peringatan, Rendiana Awangga Minta Pemkot Bandung Perkuat Pemantauan Kualitas Udara

Oleh: Rendiana Awangga Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung

37 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Kondisi penyebaran abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah Bandung harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi pemerintah juga tidak boleh menunggu sampai dampaknya dirasakan semakin luas.

Kota Bandung memiliki aktivitas masyarakat yang sangat tinggi di ruang terbuka sehingga informasi mengenai kualitas udara harus tersedia secara cepat, akurat, dan mudah

IMG_20260901_185242

 

dipahami oleh warga.

Sebagai Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, saya memandang kondisi ini juga sebagai momentum untuk mengevaluasi kesiapan Kota Bandung menghadapi persoalan kualitas udara.

Dinas Lingkungan Hidup bersama perangkat daerah terkait perlu meningkatkan pemantauan terhadap partikel udara dan menyampaikan hasilnya secara berkala kepada masyarakat.

Warga harus mengetahui bagaimana kondisi udara di wilayahnya dan tindakan apa yang harus dilakukan ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, pekerja lapangan, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Ketika kualitas udara memburuk atau terjadi paparan abu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang terpasang dengan baik.

Sekolah juga perlu menyesuaikan kegiatan luar ruangan berdasarkan kondisi aktual, sementara fasilitas kesehatan harus siap menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan pernapasan maupun iritasi mata.

Persoalan ini sekaligus mengingatkan bahwa kualitas udara merupakan bagian dari hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Pemerintah Kota Bandung tidak cukup hanya bertindak ketika terjadi kondisi darurat. Pemantauan kualitas udara, pengendalian pencemaran, keterbukaan data lingkungan serta mitigasi terhadap berbagai ancaman harus menjadi pekerjaan yang dilakukan secara konsisten.

Bandung membutuhkan sistem peringatan dan penyampaian informasi yang mampu menjangkau masyarakat sampai tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT.

Saya juga mengajak masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi abu vulkanik.

Gunakan informasi dari BMKG, pemerintah daerah dan instansi resmi lainnya sebagai rujukan. Apabila ditemukan abu di lingkungan tempat tinggal, lakukan pembersihan secara hati-hati agar partikelnya tidak kembali beterbangan serta lindungi makanan, minuman dan sumber air dari kemungkinan kontaminasi.

Bandung harus waspada tanpa menciptakan kepanikan. Pemerintah harus hadir melalui data, informasi dan tindakan nyata, sementara masyarakat dapat berperan dengan menjaga kesehatan serta mengikuti arahan resmi.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas, dan kondisi ini harus menjadi pelajaran bagi kita untuk membangun Kota Bandung yang semakin siap menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan di masa mendatang.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031