
SUMEDANG | Volixbandung.com – Menyusutnya debit air Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membuat sejumlah lahan yang sebelumnya terendam kembali muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam dan mencari tutut.
Di kawasan Cibungur, Kecamatan Darmaraja, warga menanami lahan yang terbuka dengan tanaman padi dan mentimun. Mereka memanfaatkan waktu sebelum permukaan waduk kembali naik saat musim hujan tiba.
Melansir Harapanrakyat jaringan http://Suara.com, Senin 24 Agustus 2026, sejumlah ruas jalan dan sisa bangunan rumah terdampak pembangunan Waduk Jatigede juga terlihat kembali muncul. Tanah di beberapa titik tampak kering dan retak. Sementara itu sejumlah ikan ditemukan mati akibat menyusutnya genangan air.
Warga Cibungur, Acim, 69 tahun, mengatakan permukaan waduk sudah menyusut selama sekitar tiga bulan. Ia memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam padi dan mentimun di sela aktivitasnya berdagang.
Lumayan untuk menambah modal dagang. Daripada nganggur, tanahnya sedang surut, saya manfaatkan untuk menanam padi dan mentimun sambil berjualan, kata Acim.
Selain bertani, warga juga memanfaatkan kawasan yang surut untuk mencari tutut atau keong sawah. Amun Lasimun, 51 tahun, mengaku rutin mencari tutut sekitar sekali dalam sepekan bersama keluarganya. Dalam sekali pencarian, ia bisa memperoleh sekitar 10 kilogram tutut.
Surutnya Waduk Jatigede membawa berkah karena bisa dimanfaatkan untuk mencari tutut, ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, elevasi normal Waduk Jatigede berada pada 260 meter di atas permukaan laut. Pada Minggu 23 Agustus, elevasi tercatat 245,70 meter di atas permukaan laut atau turun sekitar 14,3 meter dari kondisi normal.
Pihak terkait memperkirakan kondisi surut ini masih akan berlangsung hingga musim hujan tiba.























Tidak ada Respon