Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
31

Penertiban PKL di Kiaracondong Viral, Warga Tuntut Kompensasi, KDM: Trotoar Harus Kembali untuk Pejalan Kaki

"Tapi kade nya engke pami lungsur dana kanggo usaha teteh nu anyar ti Pemprov ulah dianggo perawatannya dianggo modal usaha,"

31 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Video penertiban bangunan liar dan lapak Pedagang Kaki Lima di kawasan Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam tayangan tersebut, seorang warga bernama Sonia Silvia mengeluhkan proses pembongkaran yang dilakukan secara mendadak.

IMG_20260901_185242

Dalam video berbahasa Sunda yang beredar, Sonia Silvia yang mengaku warga Babakan Sumedang RT. 7 menyampaikan keberatannya.

“punten bapak Kang Dedi Mulyadi ieu warung abdi atos dirobohkeun, teu aya kompensasi, sepeserpun, ayeuna abdi bade mulai usaha, jualan deui timana bapak artosna, ieu abdi, ngempel ngempel kanggo warung ieu sadayana,” ujar Sonia dalam video tersebut.

Ia juga menyoroti sulitnya mencari pekerjaan di Bandung. “Bapak bayangkeun dibandung bapak nya, gaji 2 juta, gawe 12 jam bari jeung hese ngalamar gawe, ayeuna budak ayeuna rek teu kumaha stres ayeuna ku bapa lawang usaha abdi diancur ancur,” lanjutnya.

Sonia juga mengaitkan penertiban ini dengan meningkatnya tindak kejahatan. Menurutnya, “pantes dibandung jaradi begal, jaradi tukang jabel nanaon sagala, jadi tukang narkoba, jadi tukang tramadol, jadi tukang sagala, karna naon bapa dipersulit pagawean di Bandung.”
Ia pun secara terbuka meminta kompensasi kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan klarifikasi.

KDM menjelaskan bahwa lokasi yang ditertibkan merupakan area yang bukan peruntukannya untuk berjualan, “selama ini teteh mendiami tanah yang bukan area peruntukannya, bukan kepemilikannya, tapi peruntukkannya, kalo badan jalan trotoar memang peruntukkannya untuk jalan, untuk pejalan kaki di trotoar, menimbulkan kekumuhan, kemudian Kota Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi terlihat kumuh berpuluh puluh tahun loh ini berlangsung,” kata KDM.

Ia menegaskan tujuan penertiban adalah untuk mewujudkan Bandung yang bersih dan tertata. “nah sekarang kita inginkan Bandung bersih, tertata rapih, indah, jalannya lebar, halus, trotoarnya bersih, lampu PJU nya terang, masyarakatnya tertib dan tertata, bebas dari kejahatan.”

Terkait kaitan antara penertiban PKL dengan kriminalitas yang disampaikan Sonia, KDM membantah adanya hubungan. “Kemudian, tidak ada kaitannya, yang bongkar kaki lima dengan urusan tramadol, narkoba, begal, itu rata pelakunya anak muda, terus kemudian juga mereka banyak yang belum punya tanggung jawab terhadap keluarga dan bukan mantan PKL. kebanyak mereka yang kecanduan obat, serta ada juga yang berasal dari luar daerah yang sengaja melakukan kejahatan di sini,” jelasnya.

Soal kompensasi, KDM menyatakan Pemprov Jabar akan mendata para pedagang terdampak. “urusan kompensasi, kita beresin, selama ini juga kita selalu membereskan, memberikan uang untuk berusaha pada jenis pekerjaan atau jenis usaha yang baru, santai saja nanti di data, terima kasih,” ujarnya.

KDM juga berpesan agar bantuan yang diberikan nantinya digunakan sesuai peruntukan. “Tapi kade nya engke pami lungsur dana kanggo usaha teteh nu anyar ti Pemprov ulah dianggo perawatannya dianggo modal usaha,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bandung dan Satpol PP belum merilis data resmi jumlah lapak yang terdampak penertiban di Jalan Ibrahim Adjie. Proses pendataan pedagang untuk bantuan modal usaha disebut akan dilakukan dalam waktu dekat.**

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031