Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
27

Komunitas Reptil Bandung Edukasi Masyarakat “Kenal dan Peduli”

27 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Di balik stigma sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya, reptil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui berbagai kegiatan edukasi, Komunitas Reptil Bandung mengajak masyarakat untuk mengenal reptil lebih dekat agar tumbuh pemahaman dan kepedulian terhadap keberadaannya.

Staf Humas Komunitas Reptil Bandung, Firman mengatakan, komunitas tersebut bergerak di bidang sosial dan edukasi. Edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai reptil yang masih kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan stigma negatif.

IMG_20260901_185242

“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat, seperti tikus. Karena itu, masyarakat perlu memahami keberadaan dan peran reptil di lingkungan,” ujar Firman.

Dalam menjalankan kegiatannya, Komunitas Reptil Bandung mengadakan gathering rutin serta memberikan edukasi kepada sekolah dan berbagai komunitas.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis reptil secara lebih dekat sekaligus memperoleh informasi mengenai cara berinteraksi dengan reptil secara aman.

Firman menuturkan, edukasi mengenai reptil juga penting agar masyarakat tidak sembarangan bertindak ketika menemukan reptil di lingkungan sekitar.

Ia pernah mengalami kejadian ketika seorang anak memegang seekor ular tanpa mengetahui bahwa ular tersebut termasuk jenis berbisa.

“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui” katanya.

Anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza menambahkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik dan jenis reptil. Salah satu anggapan yang kerap ditemui bahwa semua ular berbisa dan membahayakan sehingga masyarakat memilih untuk langsung membunuhnya.

“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujar Raisya.

Menurut Raisya, kemunculan reptil di kawasan permukiman juga dapat berkaitan dengan perubahan atau kerusakan habitat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa reptil merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki peran penting dan perlu dijaga keberadaannya.

Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Komunitas Reptil Bandung berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa mengenal reptil merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan komunitas, “Kenal dan Peduli”, yang mengajak masyarakat untuk memahami reptil sebelum membentuk pandangan atau mengambil tindakan terhadap hewan tersebut

Kedepannya, Komunitas Reptil Bandung berharap dapat terus berkembang serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memandang reptil secara lebih bijak dan turut menjaga keberlangsungan ekosistem di lingkungan sekitar.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2