
KALIMANTAN|volixbandung.com – Sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan saat ini tengah dikepung kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, terutama pengguna jalan yang harus menghadapi jarak pandang terbatas.
Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah menurunnya jarak pandang secara signifikan. Di Kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, warga merekam kondisi jalanan yang diselimuti asap abu-abu tebal.
Dalam video yang beredar di media sosial, para pengendara terpaksa membunyikan klakson secara terus-menerus sebagai penanda keberadaan kendaraan lain. Kendaraan dari arah berlawanan baru terlihat saat berada dalam jarak beberapa meter.
“Akhirnya klakson berguna di Kalimantan,” tulis pemilik akun TikTok @bloperr0 dalam unggahannya, dikutip Jumat (21/8/2026).
Ia menambahkan, klakson menjadi alat komunikasi penting di tengah kabut asap.
“Minimal klakson ini buat memberi tahu kalau ada orang lain di situ,” lanjutnya.
Pengunggah juga mengungkapkan bahwa lampu kendaraan, termasuk lampu sein, tidak mampu menembus tebalnya kabut asap. Hal ini disampaikan saat menanggapi saran warganet agar pengendara menyalakan lampu.
“Enggak kelihatan kecuali jarak semeter,” tulisnya.
BNPB Catat 1.487 Titik Panas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.487 titik panas tersebar di Pulau Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026). Data tersebut diperoleh dari pantauan Satelit NOAA-20.
“Sebaran hotspot di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 titik,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Rinciannya, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 767 titik. Disusul Kalimantan Barat dengan 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara tiga titik.
BNPB mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada otoritas setempat apabila menemukan titik api atau kebakaran.
“Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” pungkas Berton.






















Tidak ada Respon