
BOGOTA | Volixbandung.com – Tim penyelamat Kolombia berpacu dengan waktu. Gempa 7,4 magnitudo terparah sepanjang abad ini di negara itu telah menewaskan 240 orang dan 3.000 lainnya masih hilang.
“Mukjizat” di Tengah Reruntuhan Cali
Kota Cali jadi wilayah paling parah terdampak.
Hampir 24 jam tertimbun, seorang pria 35 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup sesaat sebelum pukul 04.00 WIB Selasa.
“Kami menemukan kehidupan di bawah reruntuhan… Setiap menit sangat berarti,” tulis pemadam kebakaran Kolombia di X sambil mengunggah video evakuasi korban dari bawah balok beton.
Selasa sore giliran Diana Troncoso, 31, yang selamat. Butuh 16 jam untuk mengeluarkannya dari reruntuhan.
“Keluar dari sana adalah sebuah mukjizat,” ujar ayahnya, Álvaro Troncoso Torres, di depan bangunan yang rata dengan tanah.
Warga sipil juga ikut menyelamatkan 5 orang dari hotel yang runtuh sebagian. Namun di sisi lain, jenazah korban masih tergeletak di jalan dengan kain penutup. Di Cali saja, 95 orang dipastikan tewas.
Respons Kolombia vs Venezuela
Bencana ini datang tak lama setelah gempa besar di Venezuela 24 Juni lalu yang menewaskan 6.300 orang.
Saat itu respons pemerintah Venezuela dikecam lamban. Dalam 72 jam pertama, aparat bahkan tak terlihat. Warga terpaksa menggali reruntuhan sendiri.
Berbeda dengan Kolombia. Beberapa jam setelah gempa, Presiden De la Espriella langsung tetapkan status darurat dan turun ke Chocó dan Cali. Tim menteri dikirim ke titik paling parah. Pembaruan kondisi juga diberikan rutin.
Para pakar menyebut perbedaan respons ini dipengaruhi kondisi politik kedua negara.**























Tidak ada Respon