Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
58

Jepang Diterjang Angin Topan: 2 Meninggal, Ribuan Rumah Terdampak dan Lumpuhkan Transportasi

58 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

VOLIXBANDUNG.COM— Terjangan Topan Dujuan yang melanda kawasan timur dan tengah Jepang memicu krisis infrastruktur dan penanganan darurat di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kanto dan metropolitan Tokyo. Bencana angin kencang disertai hujan ekstrem ini mengakibatkan korban jiwa, memutus aliran listrik puluhan ribu rumah, serta melumpuhkan sektor transportasi publik.

1. Korban Jiwa dan Penyelamatan Warga Hilang

Hingga Selasa (22/9/2026), otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya dua orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Korban jiwa masing-masing dilaporkan berada di Prefektur Kanagawa dan Prefektur Chiba.

IMG_20260901_185242

Selain itu, tim SAR gabungan yang dibantu Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) dikerahkan untuk mencari sedikitnya empat warga yang dilaporkan hilang akibat tertimbun material tanah longsor yang dipicu hujan deras.

2. Pemadaman Listrik Masif dan Kerusakan Bangunan

Dampak badai merusak jaringan energi dan bangunan warga:

  • Krisis Listrik: Lembaga penyiaran publik NHK mencatat lebih dari 46.000 hingga 50.000 rumah tangga di Prefektur Chiba dan wilayah sekitar Tokyo masih mengalami pemadaman listrik total (blackout).
  • Kerusakan Fisik: Angin kencang berkecepatan tinggi merusak puluhan atap rumah warga serta fasilitas umum.

3. Kelumpuhan Transportasi dan Agenda Internasional

Sektor penerbangan dan agenda publik turut mengalami gangguan hebat:

  • Penerbangan Batal: Lebih dari 270 penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan. Hal ini memicu penumpukan ribuan penumpang yang telantar di Bandara Haneda, Tokyo.
  • Pameran & Acara Olahraga: Badai menghentikan operasional pameran industri gim terbesar di Jepang (Tokyo Game Show) serta mengganggu persiapan lokasi jelang gelaran Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya akibat hujan deras ekstrem.

4. Rekor Curah Hujan dan Isu Perubahan Iklim

Meskipun pusat badai Topan Dujuan mulai bergerak menjauh menuju Samudra Pasifik, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat rekor intensitas hujan yang sangat tinggi:

  • Pulau Oshima (120 km selatan Tokyo): Mencatat curah hujan mencapai 832 milimeter dalam 48 jam—setara dengan dua kali lipat rata-rata curah hujan bulanan September.
  • Distrik Edogawa, Tokyo: Mencatat rekor curah hujan harian sebesar 282,5 milimeter dalam 24 jam.

Para ahli meteorologi mengaitkan peningkatan intensitas hujan ekstrem dan badai destruktif ini dengan perubahan iklim global. Peningkatan suhu atmosfer membuat udara menampung lebih banyak uap air, yang kemudian tercurah menjadi hujan lebat berisiko banjir dan tanah longsor tinggi.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Update Gempa NTT 15 Agustus 2026: 38 Meninggal, 2.000 Jiwa Mengungsi, 54 Rumah Rusak Berat

BNPB Update Gempa NTT: 38 Meninggal Dunia, 13...

Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsor Tebing di Dago Bengkok, Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Pemkot Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031