
PANDEGLANG | Volixbandung.com – Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mencari 8 orang yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September lalu.
Korban terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadhatu 1 yang tengah meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
“Hasil penyisiran darat di Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang sudah kami lakukan. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil,” ujar Kasie Ops Basarnas Banten, Risky Dwi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Risky, tim belum dapat menerjunkan penyelam karena keterbatasan informasi titik terakhir kapal. Luasnya area pencarian di Selat Sunda juga menjadi kendala utama.
“Untuk penyelaman kita terkendala karena area terlalu luas dan belum diketahui posisi terakhir kapal tersebut berada di mana,” jelasnya.
Saat ini Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian di Sektor X Selat Sunda. Titik ini dipilih berdasarkan temuan life jacket dan serpihan material lain, meskipun setelah diteliti belum dapat dipastikan berasal dari KM Arupadhatu 1.
“Kita kembali menyisir titik-titik di mana barang-barang ditemukan kemarin. Semoga bisa mengerucut ke lokasi kapal,” kata Risky.
Hingga Selasa sore, pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polair, nelayan setempat, dan relawan. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan gelombang 1,5 meter.
Pihak keluarga korban berharap tim SAR segera menemukan titik terang keberadaan 8 orang tersebut.**























Tidak ada Respon