Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
59

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara Soetta: Arus Ekspor-Impor Rp 2,9 Triliun Terancam Tersendat

59 dilihat
Ilustrasi penerbangan Bandara Soetta dihentikan sementara dampak dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi penerbangan Bandara Soetta dihentikan sementara dampak dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

JAKARTA|volixbandung.com – Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi memberi tekanan berat bagi rantai pasok dan aktivitas perdagangan internasional Indonesia.

Sebagai hub penerbangan utama nasional, penghentian aktivitas penerbangan di Bandara Soetta berisiko menahan alur barang bernilai triliunan rupiah.

IMG_20260901_185242

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengungkapkan bahwa Bandara Soetta merupakan gerbang vital untuk komoditas sensitif waktu dan bernilai tinggi.

Berdasarkan data BPS dan Kementerian Perdagangan, sepanjang 2025 nilai ekspor nonmigas melalui Bandara Soetta mencapai US$ 9,90 miliar, sementara nilai impor menembus US$ 20,77 miliar.

Secara keseluruhan, rata-rata arus perdagangan bruto yang lalu lalang melalui bandara ini mencapai US$ 84,03 juta per hari (sekitar Rp 1,48 triliun) dengan volume impor harian mencapai 479 ton.

Proyeksi Dampak Penundaan Perdagangan
SCI membagikan estimasi indikatif nilai perdagangan internasional yang berpotensi tertunda berdasarkan durasi gangguan penerbangan.

Setijadi menegaskan bahwa angka tersebut merupakan proyeksi barang yang tertahan, bukan kerugian langsung. Kerugian aktual industri akan sangat bergantung pada respons pengalihan kargo, pembatalan jadwal terbang, serta kecepatan pemulihan operasional bandara.

Komoditas Kritis yang Terdampak

Gangguan lalu lintas udara ini memberikan dampak domino paling besar pada komoditas bernilai tinggi dan berisiko rusak (perishable goods), antara lain:
– Produk Farmasi & Medis: Bahan baku obat dan vaksin yang membutuhkan rantai dingin (cold chain).
– Komponen Manufaktur & Elektronik: Suku cadang industri kritis yang menerapkan sistem pasokan Just-In-Time (JIT).
– Komoditas Ekspres & Segar: Bahan pangan segar dan pengiriman dokumen/paket logistik prioritas.

Langkah Mitigasi & Rekomendasi Solusi
Untuk mencegah gangguan meluas menjadi krisis rantai pasok nasional, SCI merumuskan rekomendasi strategi mitigasi bagi pemangku kepentingan:

1. Respon Cepat Jangka Pendek (Tanggap Darurat)
– Pengaktifan Posko Tanggap Darurat Logistik: Memperkuat koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea Cukai, serta Badan Karantina.
– Pengalihan Moda & Hub Alternatif: Mengalihkan pengiriman internasional ke bandara alternatif terdekat, serta memindahkan pengiriman kargo domestik ke jalur darat, kereta api, atau laut.
– Skala Prioritas Penanganan: Memprioritaskan pengurusan dokumen dan kapasitas penerbangan bagi barang farmasi, bahan baku kritis manufaktur, dan produk mudah rusak.

2. Strategi Ketahanan Jangka Panjang
– Rencana Kontinuitas Bisnis (BCP): Pelaku usaha diimbau menyusun skenario ketahanan krisis, termasuk ketersediaan safety stock untuk bahan baku impor.
– Protokol Logistik Kebencanaan Nasional: Pemerintah didesak menyusun kerangka regulasi dan protokol lintas-instansi khusus penanganan logistik saat terjadi bencana alam guna menjaga kelancaran produksi nasional.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Lintas Udara: 4 Bandara Masih Ditutup, 268 Ribu Penumpang Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Lintas Udara: 4...

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.652, Investor Cermati Agenda Ekonomi Padat Sepekan

Kabar gembira untuk pelaku ekonomi dan pasar saham...

Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Penutupan Sementara Bandara Soekarno-Hatta, Ratusan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Penutupan Sementara Bandara...

Indonesia di Persimpangan Jalan: Ancaman Kemunduran Sosial, Ekonomi, Hukum dan Pendidikan

Opini yang ditulis oleh praktisi hukum Arie Azhari...

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031