
JAKARTA|volixbandung.com – Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan berdasarkan Notice to Airmen dari Kementerian Perhubungan ini diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB setelah hasil pengujian lapangan mengonfirmasi adanya paparan abu vulkanik di area landasan pacu.
Dampak dari penghentian operasional ini menyebabkan lebih dari 200 rute penerbangan domestik maupun internasional mengalami pembatalan, penundaan jadwal, hingga pengalihan pendaratan. Meski demikian, pengelola bandara memastikan seluruh armada pesawat yang berada dalam posisi parkir inap di area apron berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan operasional.
Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hujan Abu Vulkanik Berpotensi Lintas Negara
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa langkah penghentian operasional ini diambil sebagai prosedur pencegahan mutlak. Keberadaan abu vulkanik sangat membahayakan keselamatan navigasi serta berisiko fatal terhadap sistem mesin pesawat.
Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pergerakan abu vulkanik membumbung tinggi dan mengarah ke tenggara hingga selatan melintasi perairan Banten. Lembaga tersebut juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mematuhi zona steril dengan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Saat ini, otoritas bandara bersama AirNav Indonesia dan BMKG terus memantau pergerakan sebaran abu secara berkala untuk mengevaluasi skema pembukaan kembali ruang udara secara bertahap.
Baca Juga: BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Sebagian Jawa Barat, Ini Imbauan untuk Masyarakat
Para calon penumpang diimbau untuk tidak terburu-buru menuju bandara, menunda perjalanan jika status penerbangan dikonfirmasi batal, dan aktif memeriksa pembaruan jadwal langsung melalui maskapai masing-masing.






















Tidak ada Respon