
BANDUNG | Volixbandung.com – Para pedagang beras di Kota Bandung lagi pusing. Bukan karena stok kosong, tapi karena pembeli makin sepi.
Rahmat Kurnia (53), pedagang di Pasar Kosambi, mengaku omzetnya terjun bebas. Menurutnya, daya beli warga turun drastis hingga 80 persen.
“Sepi pisan, turunnya kerasa banget,” ujarnya saat ditemui Kamis (3/9/2026).
Karena kantong makin tipis, warga sekarang lebih pilih beras yang paling murah, tak peduli merek. Beras medium jadi primadona karena harganya paling masuk akal. Sementara beras premium, cuma kalangan tertentu yang masih beli.
“Pokoknya mana yang murah, itu yang laku,” kata Rahmat.
Padahal stok di pasar aman-aman saja. Pasokan datang rutin, bahkan bisa sampai berton-ton dua kali seminggu.
Masalahnya, harga justru naik. Semua jenis beras, dari medium sampai premium, naik sekitar Rp500 per kilo.
Saat ini beras medium dijual Rp15.000/kg, naik dari Rp14.000 tahun lalu. Beras premium tembus Rp16.000 sampai Rp18.000/kg.
Rahmat menyebut kenaikan ini sudah jadi tren sejak 2020. “Dari 2020 sampai sekarang, naiknya sudah lebih dari Rp5.000. Ini sejarah, belum pernah seperti ini,” keluhnya.























Tidak ada Respon