
NTT|volixbandung.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 04.58 WIB. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 38 orang meninggal dunia, 2 luka berat, 11 luka ringan, dan sekitar 2.000 jiwa mengungsi mandiri.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa terbesar berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 17 orang meninggal dunia. Kabupaten Manggarai menyusul dengan 16 korban jiwa, enam di antaranya baru teridentifikasi. Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3 korban meninggal dan 2 luka ringan. Kabupaten Ende dan Manggarai Barat masing-masing melaporkan satu korban meninggal dunia.
“Data ini masih terus berkembang. Proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di lapangan, sehingga jumlah korban maupun kerusakan diperkirakan dapat bertambah,” ujar Suharyanto.
Ribuan Warga Mengungsi Mandiri
Lebih dari 2.000 warga terdampak memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang dianggap lebih aman, menjauhi bangunan yang retak atau roboh. Sejumlah tenda darurat mulai didirikan, namun kebutuhan mendesak seperti air bersih, selimut, makanan, dan obat-obatan masih terus diupayakan oleh tim tanggap darurat.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Hingga saat ini, BNPB mencatat kerusakan meliputi 54 unit rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, tiga tempat ibadah, dan enam kantor pemerintahan turut terdampak.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan tertutup material longsor. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan pendataan dan pembersihan jalur untuk memastikan akses logistik dan evakuasi tidak terhambat.
“Ini baru hari pertama kejadian, data akan terus kami perbarui dari hari ke hari. Tim di lapangan masih bekerja melakukan asesmen dan pendataan menyeluruh,” tambah Suharyanto.
Peringatan Tsunami Berakhir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa. Peringatan tersebut resmi diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah terpantau gelombang tsunami di bawah 1 meter di sejumlah wilayah.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7,7 tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial resminya.
BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Respons dan Imbauan
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat untuk menghindari berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, dan relawan terus mengoordinasikan penanganan darurat, termasuk pendistribusian bantuan logistik dan pemulihan jaringan komunikasi yang sempat terganggu.























Tidak ada Respon