Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
Iklan SIM_20261028_124206_3
25

Aksi Damai ‘Seribu Cangcut’ di Kantor Bupati Kuningan: Protes Pejabat Mesum

25 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

KUNINGAN|volixbandung.com – Aksi unjuk rasa yang tidak biasa menggemparkan area Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026) siang. Para pendemo tidak hanya membawa spanduk dan menyuarakan orasi, tetapi juga menjadikan celana dalam sebagai simbol protes utama yang mereka kenakan di kepala.

Aksi bertajuk ‘Aksi Damai Seribu Cangcut, Pejabat Kuningan Darurat Moral’ ini digelar oleh massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Penindasan (KORAKAP) Kuningan. Mereka menyoroti dugaan skandal perselingkuhan dan perilaku amoral yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

IMG_20260901_185242

Paksa Bupati Turun Tangan, 5 Pejabat Jadi Sorotan

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Dadang Abdullah, dengan tegas menyebut lima nama yang diduga terlibat, mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pejabat tinggi daerah. Ia memaksa Bupati Kuningan untuk hadir langsung dan mempertanggungjawabkan anak buahnya di hadapan publik.

“Di sini saya catat ada 5 orang, termasuk pejabat tinggi di Kuningan. Saya minta Pak Bupati hadir dan memanggil oknum-oknum pejabat itu di depan kita. Kalau terbukti, saya minta Pak Bupati pecat dan turunkan jabatannya!” tegas Dadang disambut sorakan massa.

Kecewa Uang Pajak Dikelola ‘Pejabat Mesum’

Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Dadang menilai, perilaku amoral para pejabat publik adalah cerminan buruk yang berpotensi merusak kualitas pelayanan dan kredibilitas pengelolaan anggaran daerah. Mereka merasa dikhianati, sebab gaji dan operasional para pejabat tersebut berasal dari uang rakyat.

“Yang namanya pejabat publik melakukan perbuatan amoral, nantinya bisa berimbas kepada pelayanan masyarakat. Jangan seenaknya, mereka itu digaji dari uang rakyat dan pajak masyarakat!” ujarnya dengan nada tinggi.

Ancaman Aksi Susulan yang Lebih Besar

Aksi simbolik ‘seribu cangcut’ ini menjadi puncak kekesalan warga yang merasa telinga mereka ditulikan. Dadang pun melayangkan ultimatum. Jika tuntutan mereka tidak segera direspons oleh Bupati, ia memastikan gelombang protes yang lebih dahsyat akan segera menyusul.

“Kalau Pak Bupati hari ini tidak hadir menemui kami, saya pastikan minggu depan kami akan menggelar aksi yang jauh lebih besar lagi sampai Pak Bupati bersedia hadir menerima aspirasi kami,” ancamnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun respons langsung dari pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan terkait tuntutan massa aksi damai ‘Seribu Cangcut’ ini. Publik kini menanti langkah tegas sang Bupati dalam menangani krisis moral yang dituduhkan kepada para pejabatnya.***

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan SIM_20261028_124206_2