
BANDUNG | Volixbandung.com – Kabar menggembirakan bagi masyarakat Kota Bandung. Setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara untuk evaluasi dan pembenahan tata kelola, kegiatan Car Free Day (CFD) dan Braga Beken kembali digelar. Ruang publik yang selama ini menjadi tempat olahraga, rekreasi dan berkumpulnya warga kembali hidup.
Kembalinya CFD Dago, CFD Buahbatu dan Braga Beken tentu patut disambut positif. Bagi masyarakat, CFD bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan bermotor. Di sana ada warga yang berolahraga, komunitas berkumpul, anak-anak bermain, hingga pelaku UMKM yang mendapatkan kesempatan menggerakkan usahanya.
Begitu pula dengan Braga Beken. Kawasan Braga merupakan salah satu wajah Kota Bandung yang memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik wisata. Ketika kawasan ini memberikan ruang lebih besar kepada pejalan kaki, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati Braga dengan suasana yang berbeda, sementara kegiatan ekonomi di sekitarnya ikut bergerak.
Sebelumnya, pelaksanaan CFD dan Braga Beken menjadi perhatian setelah muncul temuan BPK sekitar Rp2,7 miliar terkait pengelolaan anggaran kegiatan tersebut. Persoalan yang mengemuka terutama menyangkut administrasi, tata kelola dan mekanisme pembayaran kepada personel non-ASN di lingkungan kegiatan yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Hal tersebut penting untuk ditempatkan secara proporsional. Temuan BPK tidak serta-merta berarti telah terbukti terjadi tindak pidana korupsi. Demikian pula, berdasarkan informasi yang telah diverifikasi sebelumnya, belum terdapat dasar untuk menyatakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terbukti terlibat dalam tindak pidana terkait persoalan tersebut.
Justru evaluasi yang dilakukan pemerintah seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki sistem. Program yang bermanfaat bagi masyarakat tidak harus berhenti karena terdapat persoalan tata kelola. Yang harus diperbaiki adalah mekanisme penganggaran, pelaksanaan, pembayaran dan pertanggungjawabannya agar semakin transparan serta sesuai ketentuan.
Kembalinya CFD dan Braga Beken juga menjadi tantangan bagi Pemkot Bandung. Masyarakat tentu berharap persoalan yang sebelumnya menjadi temuan pemeriksaan tidak kembali terjadi. Rekomendasi BPK perlu ditindaklanjuti dan setiap penggunaan anggaran publik harus dapat dijelaskan secara terbuka.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa evaluasi tersebut menghasilkan perubahan nyata. Bukan sekadar menghidupkan kembali acaranya, tetapi memastikan pengelolaannya menjadi lebih tertib, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, masyarakat juga mempunyai peran. CFD dan Braga Beken harus dijaga bersama: kebersihannya, ketertibannya, kenyamanannya serta ruang bagi UMKM dan komunitas. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi milik warga justru kehilangan tujuan karena kepentingan-kepentingan tertentu.
Kembalinya dua kegiatan tersebut akhirnya membawa pesan sederhana: program yang baik harus dilanjutkan, sementara tata kelola yang kurang baik harus diperbaiki.
Hore… CFD dan Braga Beken mulai lagi. Bandung makin keren! Sekarang waktunya menjadikan keduanya bukan hanya ramai, tetapi juga tertib, transparan, nyaman dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Bandung.





















Tidak ada Respon