
BANDUNG | Volixbandung.com – Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung menuai keluhan dari masyarakat. Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Jalan Otto Iskandar Dinata, tepat di depan Pasar Baru, yang mengalami gangguan arus lalu lintas akibat aktivitas pembangunan di median tengah jalan.
Kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan dengan mobilitas tinggi, baik kendaraan bermotor, pejalan kaki, maupun aktivitas pedagang. Sehingga, setiap gangguan arus lalu lintas berdampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian dan kenyamanan warga.
Pembangunan BRT sendiri merupakan bagian dari program peningkatan kualitas transportasi publik di Kota Bandung. Berdasarkan data di lapangan, titik pengerjaan aktif saat ini terfokus di beberapa koridor, di antaranya Pasar Baru (Otista), koridor Rajawali Timur – Kebon Jati, Cicadas (Jalan Ahmad Yani), dan Jalan Jakarta, dari total 21 ruas utama yang masuk dalam tahap konstruksi.
Kehadiran BRT diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta menjadi alternatif transportasi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurai kemacetan jangka panjang.
Namun demikian, proses pembangunan di lapangan perlu diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang baik, rekayasa jalan yang tepat, serta sosialisasi yang masif kepada masyarakat, agar aktivitas warga dan pedagang tidak terganggu secara berkepanjangan.
Pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat memastikan kelancaran pembangunan BRT seiring dengan tetap terjaganya akses jalan dan kenyamanan pengguna jalan di sekitar kawasan proyek.























Tidak ada Respon