
NTT|volixbandung.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan merevitalisasi ribuan sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk SDN Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur yang sempat viral karena kondisi bangunannya yang memprihatinkan.
Kepastian ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah tersebut yang dinilai jauh dari layak.
Kondisi SDN Mboeng: Berdinding Bambu dan Berlantai Tanah
SDN Mboeng memiliki lima bangunan permanen. Namun, dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.
Kondisi itu tergambar dalam unggahan akun Instagram @cretivox pada Kamis, 10 September 2026. Dalam unggahan tersebut, terlihat ruang kelas berdinding bambu dengan lantai tanah yang masih digunakan untuk belajar.
“Sudah 18 tahun tidak tersentuh renovasi, SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT, masih harus belajar di ruang berdinding bambu dan berlantai tanah,” tulis akun tersebut.
“Bahkan, sekolah ini belum memiliki akses listrik,” lanjutnya.
Dapat Bantuan Smart TV, tapi Belum Bisa Digunakan
Perhatian publik semakin besar setelah diketahui bahwa SDN Mboeng menerima bantuan perangkat digital berupa papan interaktif Smart TV untuk mendukung proses pembelajaran.
Bantuan itu dinilai ironis karena sekolah belum memiliki sumber listrik yang memadai.
“Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, bantuan yang datang justru sebuah smart TV,” tulis unggahan serupa.
“Perangkat itu pun belum bisa digunakan karena sekolah tidak memiliki daya listrik yang memadai,” tegasnya.
Kemendikdasmen: Revitalisasi Dilakukan Tahun Ini
Secara terpisah, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, menyatakan bahwa proses revitalisasi SDN Mboeng akan dilakukan pada tahun 2026.
“Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat,” kata Salim dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
“Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa,” tambahnya.
Dapodik Catat Sekolah Punya Sumber Listrik
Salim menjelaskan bahwa berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik. Atas dasar data itulah, sekolah ditetapkan sebagai salah satu penerima perangkat televisi untuk menunjang pembelajaran.
“Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran,” terangnya.
1.487 Sekolah di NTT Jadi Sasaran Revitalisasi
Kemendikdasmen menyatakan tidak hanya merevitalisasi SDN Mboeng, tetapi juga menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT.
Pada 2025, sebanyak 580 satuan pendidikan menjadi sasaran revitalisasi. Salim memastikan jumlah tersebut meningkat pada 2026.
“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” tandasnya.
Pertanyaan Publik
Terlepas dari program revitalisasi tersebut, masih muncul pertanyaan publik mengenai kesesuaian antara program digitalisasi pendidikan dan kondisi infrastruktur dasar sekolah.
Sekolah yang dinilai membutuhkan perangkat pembelajaran digital tetap menghadapi persoalan mendasar: ruang belajar yang layak dan dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, masih menjadi kebutuhan utama. (***)























Tidak ada Respon