Skrol untuk membaca pos
photostudio_1780131202190
Example floating
Example floating
photostudio_1780639657648
25

Sekda Jabar Herman: Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Tangani Sampah dari Hulu

25 dilihat
photostudio_1780639657648
A-AA+A++

BANDUNG | Volixbandung.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong penataan dan kebersihan kawasan di bawah Jembatan Pasopati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh unsur kewilayahan.

Hal itu disampaikan Herman saat memimpin gerakan bebersih di kawasan Taman Skateboard, kolong Jembatan Pasopati, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).

IMG_20260901_185242

Herman menyoroti kondisi kawasan tersebut yang masih dipenuhi timbunan sampah. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditangani agar kolong jembatan yang menjadi salah satu bagian penting wajah Kota Bandung dapat terjaga kebersihan dan ketertataannya.

“Pagi ini kita melakukan gerakan bebersih di bawah Jembatan Pasopati. Kita lihat bagaimana sampahnya menumpuk luar biasa,” ujar Herman.

Ia menegaskan, ke depan kawasan di bawah Jembatan Pasopati harus bersih dan penanganannya tidak boleh ditunda.

Namun, Herman mengingatkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak boleh berhenti pada pengangkutan sampah yang sudah menumpuk. Ia mendorong unsur kewilayahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk memiliki komitmen bersama dalam menjaga kebersihan kawasan secara berkelanjutan.

“Kolong Jembatan Pasopati harus bersih dan tidak pakai lama,” tegasnya.

Menurut Herman, penanganan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya, terutama melalui edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga, memanfaatkan kembali sampah yang masih bernilai guna, serta melakukan pemilahan dan daur ulang.

Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan berperan aktif mengedukasi masyarakat agar persoalan persampahan tidak seluruhnya berujung pada tempat pembuangan akhir.

“Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga,” ungkapnya.

Herman menilai langkah tersebut penting mengingat kapasitas Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang semakin terbatas. Sampah yang saat ini dikumpulkan di kawasan perkotaan pada akhirnya sebagian besar masih berakhir di TPPAS Sarimukti.

“Seperti sampah-sampah ini, ujungnya dibuang ke TPS Sarimukti, sementara Sarimukti sudah penuh,” ujarnya.

Karena itu, Herman meminta seluruh unsur kewilayahan, khususnya kecamatan, memperkuat komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu. Menurutnya, keberhasilan penanganan sampah tidak hanya ditentukan oleh kebersihan suatu lokasi, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

“Jadi kami minta komitmen unsur kewilayahan, terutama kecamatan, agar permasalahan persampahan ini diselesaikan sejak dari hulu,” pungkas Herman.

photostudio_1780131202190
Example 120x600

Artikel Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260601-WA0031