
BANDUNG | Volixbandung.com – Erupsi Anak Krakatau bukan hanya soal abu di teras rumah. Di balik penutupan delapan bandara, ada denyut ekonomi yang ikut berhenti.
Data resmi yang terverifikasi hingga Senin pagi ini:
Skala gangguan:
Kementerian Perhubungan mencatat 1.558 penerbangan tertunda dari delapan bandara yang ditutup, dengan estimasi 170.000 penumpang terdampak. Pada fase awal penutupan Minggu siang, tercatat 467 penerbangan (58 internasional, 409 domestik) dan 150.000 penumpang tertahan.
Khusus Soekarno-Hatta, dalam satu periode NOTAM tercatat 209 pergerakan terdampak dengan 22.798 penumpang.
Jaminan bagi penumpang:
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan, seluruh maskapai wajib memfasilitasi refund 100 persen atau reschedule bagi penerbangan yang dibatalkan akibat abu vulkanik. Dirjen Hubud Lukman F. Laisa memperkuat: pengembalian penuh berlaku karena pembatalan disebabkan faktor operasional keselamatan.
Pemerintah menyiapkan bandara alternatif: Kertajati, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo, plus kereta dan bus grati dari Soetta menuju bandara pengalihan.
Yang belum dihitung:
Hingga 6 September malam, Menhub mengakui belum menerima perhitungan kerugian dari maskapai maupun pengelola bandara. Fokus masih pada pelayanan penumpang, bukan kalkulasi finansial.
Namun pelaku usaha sudah merasakan: kargo dialihkan ke darat dan laut, biaya pergudangan bertambah, pasokan bahan baku industri berpotensi telat, dan sektor pariwisata/MICE di Jakarta melambat.
Penutupan dilakukan berbasis paper test tiap 30 menit dan pantauan BMKG. Selama hasil masih positif abu, bandara tidak akan dipaksakan dibuka.
Bagi warga Bandung yang penerbangannya dari Husein Sastranegara batal, jangan datang ke bandara. Pantau info maskapai dan ajukan sesuai hak refund anda.























Tidak ada Respon