
BANDUNG | Volixbandung.com – Perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 pada 25 September 2026 bakal tampil dengan konsep berbeda. Jika tahun sebelumnya menggunakan pawai mobil hias, tahun ini Pemkot Bandung memilih konsep jampana atau tandu yang dipikul 4 orang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan perubahan konsep tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran sekaligus penyegaran perayaan.
“Perubahan tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran sekaligus memberikan penyegaran dalam konsep perayaan HJKB,” ujar Adi.
Jampana yang digunakan berukuran relatif kecil dengan panjang sekitar 1,2 meter. Setiap kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) akan membawa jampana dengan identitas masing-masing dan menampilkan potensi lokal melalui kesenian maupun produk unggulan.
“Potensi lokal bisa ditampilkan lewat kesenian maupun produk unggulan wilayah. Contohnya, Cibuntu yang dikenal sebagai sentra tahu dapat menampilkan tahu dalam bentuk dekorasi kreatif,” katanya.
Sementara untuk Disbudpar, pihaknya berencana mengangkat unsur seni, budaya, dan bangunan heritage, termasuk kemungkinan membuat miniatur gedung heritage pada jampana.
Terkait rute, Adi menyebut rute sementara yang dilaporkan kepada pimpinan mencakup Jalan Diponegoro, Jalan Dago, Jalan Merdeka, kemudian berakhir di Balai Kota Bandung. Rute tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pihak kepolisian.
“Sesampainya di Balai Kota Bandung, kemeriahan akan dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya kewilayahan dan kemungkinan penampilan artis,” tambahnya.
Dari sisi anggaran, kebutuhan jampana berada di kisaran Rp10 jutaan berdasarkan tolok ukur SIPD untuk daya dukung festival seni budaya, sedangkan kendaraan hias disebut dapat berada di atas Rp100 juta.
Selain pawai jampana, rangkaian HJKB ke-216 juga akan diisi dengan kegiatan publik, ziarah, upacara, dan rapat paripurna.























Tidak ada Respon