
GIANYAR|volixbandung.com – Satu langkah lagi. Setelah melibas rival abadi Persija Jakarta 2-1 di semifinal, PERSIB Bandung kini berdiri di gerbang juara merebut trofi perdana di musim kompetisi baru 2026/2027.
Maung Bandung membidik trofi kedua Piala Presiden sepanjang sejarah saat bentrok dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam ini pukul 20.00 WIB.
Final ini adalah nostalgia yang siap terulang. Sebelas tahun silam, di edisi perdana 2015, Pangeran Biru menggenggam trofi usai menekuk Sriwijaya FC 2-0 di Gelora Bung Karno. Kini, di bawah komando arsitek Kroasia Igor Tolic, generasi baru PERSIB berpeluang menorehkan tinta emas serupa.
Ketajaman Duet Maut, Optimisme di Tengah Jadwal Padat
Laga puncak ini datang dengan tantangan berat: waktu pemulihan super singkat. Hanya berselang sehari dari duel panas kontra Persija, skuad PERSIB memilih fokus total memulihkan tenaga. Sesi recovery ketat digelar di hotel, mulai dari indoor training hingga terapi rendam es, demi memastikan kebugaran prima di menit-menit krusial.
Igor Tolic belum mau membocorkan kartu asnya. “Kami akan lihat kondisi terakhir besok, lalu memutuskan siapa yang paling siap bertarung. Hari ini fokus kami hanya pemulihan,” ujarnya.
Namun, satu hal yang pasti: lini depan PERSIB tengah panas. Duet maut Uilliam Barros dan Balsa Sekulic menjelma menjadi momok menakutkan. Keduanya sama-sama telah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen, menjadi garansi daya gedor bagi Pangeran Biru.
“Selalu bagus saat striker rajin mencetak gol. Meski kami belum sempurna dalam membangun serangan, setidaknya kami tampil solid,” tambah Tolic.
Waspada Bajul Ijo: Cermin Diri yang Berbahaya
Meski membawa modal positif, Tolic menolak jemawa. Di matanya, Persebaya adalah bayangan cermin yang berbahaya. Sama-sama disiplin dalam low block dan mematikan lewat transisi cepat.
“Persebaya punya banyak pemain berbahaya. Mereka disiplin, tidak mudah membuat kesalahan, dan punya serangan balik mematikan. Sedikit saja kami lengah, mereka akan menghukum. Dalam situasi bola mati, mereka juga punya pencetak gol. Ini pertandingan yang akan sangat mirip,” beber Tolic.
Tavares: “PERSIB Bertabur Bintang, Tapi Kami Bukan Pelengkap”
Dari kubu seberang, pelatih Persebaya Eduardo Tavares melemparkan pujian tinggi. Status PERSIB sebagai raja Super League dalam tiga musim terakhir menjadi alasan mereka layak diunggulkan. Lebih dari sekadar starter, Tavares menyoroti skuad Maung Bandung yang bak ‘tim dengan tiga lapis kekuatan’.
“Persib adalah juara tiga musim beruntun. Kedalaman skuad mereka luar biasa, seolah bisa membentuk tiga tim yang sama kuatnya,” puji pelatih berusia 46 tahun itu.
Meski begitu, Tavares memastikan timnya datang bukan sekadar numpang lewat. Ia menegaskan supremasi di atas kertas tak akan berarti apa-apa begitu peluit berbunyi.
“Di atas kertas, mereka favorit. Tapi pertandingan ini dimainkan sebelas lawan sebelas. Kami akan memberikan segalanya untuk meraih kemenangan,” tegasnya.
Akankah PERSIB mengulang kenangan manis 2015 dan membuka era baru dengan trofi, atau justru Persebaya yang mencuri panggung sebagai kuda hitam? Jawabannya akan tersaji malam ini di panggung Pulau Dewata.
























Tidak ada Respon